Percik Keluarga, Bekasi – 17 Oktober 2010, usia Luna genap 10 bulan. Alhamdulillah, sejauh ini Luna tumbuh dengan sehat dan ceria - meskipun sempat kena diare bulan lalu. Berikut beberapa perkembangan Luna, meskipun ada beberapa yang sama dengan usia 9 bulan.
• MAMPU BERDIRI SENDIRI. Luna sudah mampu membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya, terlebih dahulu disertai gerakan nungging lalu berpegangan pada seseorang atau sesuatu di sekitarnya.
• MAHIR MELANGKAH. Luna semakin mahir melangkahkan kakinya ke samping sambil berpegangan dinding, lemari, dan bangku.
• KEMBALI KE POSISI DUDUK. Setelah lelah berdiri, Luna bisa kembali duduk sendiri. Caranya, pegangan tangannya diturunkan ke lantai dan duduk. Biasanya sih, lanjut lagi ke area lain dan berdiri lagi.
• MEMANJAT. Luna sudah mampu memanjat bangku setinggi perut dan bahunya. Sekarang lagi mencoba untuk memanjat meja kaca – sepertinya, memanjat meja kaca merupakan keinginan Luna yang tak kan tercapai karena Ayah selalu memergoki dan tak mengizinkan.
• BERJALAN GONTAI. Bunda sudah mengajarkan Luna untuk berjalan maju. Namun, Luna masih terlihat gontai. Mungkin bulan ini akan diterapkan latihan lagi.
• MERAIH MAINAN. Luna sudah bisa mengambil Teddy maupun teman boneka lainnya. Ketika Bunda katakan, “De Teddy mana?” – reflex Luna langsung mencari ke kerancang mainannya dan mengambil Teddy.
• EKSPRESI SAYANG. Ketika Bunda mengatakan, “Teddy disayang dong,” Luna langsung menyodorkan kepalanya ke arah Teddy. Luna sayang Teddy. Ketika Bunda, Ayah, dan Oma bilang, “Luna, Bunda (or Ayah or Oma) disayang dong…” Luna menyodorkan kepalanya meskipun posisi yang disayang tangan, kaki, dan anggota lainnya. Jadi, jarang sekali pas di pipi dan sekitar wajah.
• RASA INGIN TAHU. Kalau Bunda menyembunyikan mainan yang tengah Luna pegang, Luna langsung mencari dengan cara menengok dan mengelilingi badan Bunda.
• ARTI KATA “TIDAK”. Kadang, Luna suka menjangkau area “NO” seperti ke teras, tumpukan sepatu, dapur etc – yang notabene tidak steril dan berbahaya. Kalau Bunda bilang “TIDAK”, dia suka menoleh. Setelah itu, kadang dilanjutkan lagi – alhasil Bunda harus menggotongnya ke zona “WELCOME” :D
• NAMA LUNA. Dia menoleh ketika Bunda panggil LUNA or UNA or DE. Sambil senyum lagi.
• MEMAHAMI PERINTAH. Terkadang, Bunda suka menerapkan “Kalau mau susu, Luna tiduran ya… Bunda buatin susunya dulu ya…” Gemes lihat Luna yang mulai merespon. Kadang guling-gulingan di kasur dan tidak ngercokin Bunda yang lagi bikin susu.
• TANDA BANGUN TIDUR. Luna suka bangun tengah malam, biasanya Bundanya lagi asyik tidur. Luna suka bangunin Bunda dengan hentakan kaki. Oya, Luna jarang sekali nangis untuk mengekspresikan sesuatu. Nanggis hanya dikeluarkan untuk sesuatu yang sakit, seperti kejedot atau jatuh.
• JEMPOL & TELUNJUK. Luna mengambil benda-benda kecil dengan dua jari jempol dan telunjut. Seperti menjimpit. Kalau Bunda ikutan, Luna suka cekikikan.
• LAMBAI TANGAN. Luna sudah bisa melambaikan tangan ketika ada yang mau pergi.
• OCEHAN. Variasi bunyi ocehannya sudah beragam. Bunda sudah tidak bisa menuliskannya apa saja karena RUMIT. Hanya Luna yang MENGERTI :D
• SISI MENARIK. Luna selalu mencari sesuatu yang menarik. Biasanya sisi-sisi dari suatu. Stiker Pus Meong sudah jadi contohnya.
• LOMPAT. Sepertinya, setiap kali Bunda ingin memangku Luna, dia langsung loncat-loncat – ingin menapakkan kaki atau minta turun.
Masih banyak lagi perkembangan Luna, Bunda senang sekali setiap update perkembangan Luna. Sehat selalu ya sayang…. Ayah Bunda Sayang Luna.
18 Oktober 2010
Luna 10 Bulan
15 Oktober 2010
Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia
Mempertahankan tanggal, postingan bersambung ya...
Intinya, Jangan Lupa Cuci Tangan Pakai Sabun Ya!!!!
11 Oktober 2010
Arti Sahabat
Percik Keluarga, Bekasi – Yipie dapat award dari Dina. Untungnya, tugasnya tidak terlalu susah. Hanya menjawab satu pertanyaan tetapi kalau dipikirkan secara mendalam, ternyata jawabannya susah juga loh!
Apa arti sahabat yang sesungguhnya?
Bagi saya, sahabat itu adalah anggota keluarga juga – selain keluarga inti. Dia akan bahagia saat saya bahagia. Dia akan memberi semangat ketika saya terjatuh dan terpuruk. Tak hanya itu, sahabat sejati pun bisa melebur dan diterima oleh keluarga inti.
Nah, untuk tugas kedua, Bunda harus memberikan award ini ke sahabat yang lain. Berikut, nama-nama sahabat yang menerima award lanjutan dari Bunda;
1. Desy's Corner
2. BunDit
3. Sari
4. Bunda Farras
5. Elsa
6. Baby Dija
7. Motik
Selanjutnya, para sahabat pun masuk ke urutan. Caranya, masukkan nama diurutan terbawah dan hapus nama teratas.
1. audrey
2. ayu Octasihu
3. nami minamoto
4. elsha giovani
5. jeng hana
6. aulia
7. heny
8. Dina
9. Bunda Fisa
Ku Cinta Kau Apa Adanya (Aku Mau)
Penyanyi: Once
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu
Kuyakin pasti suatu saat
Semua 'kan terjadi
Kau 'kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untukmu selalu
Artikel ini diikutsertakan dalam kontes Lagak dan Lagu di BlogCamp
Read More......
08 Oktober 2010
Bertahan Satu Hari Saja
Percik Keluarga, Bekasi – Melihat Luna yang antusias banget ketika melihat kambing pas belajar berjalan di Taman Kebalen lalu. Belum lagi, kalau ada kucing lewat – girangnya bukan main. Bunda pun membelikan poster bergambar binatang. Harganya murah loh, dengan uang lima ribu bisa dapet tiga poster yang berbeda. Bunda pilih aneka binatang, aneka buah, dan huruf hijaiyah.
Pas sampai rumah, Bunda sodorkan langsung poster binatang ke Luna. Dia semangat banget, bahkan posternya sampai didudukin. Tetep dong, keinginan Bunda mengajarkan alias mengenalkan nama-nama binatang. Ya, maksud hati biar Luna familier dengan bentuk binatang – minimal kucing dan kambing yang pernah dilihat langsung.
But, dengan gesit tangan Luna sudah menggenggam pinggiran poster. Sobek deh sebagian. Hmmm… Bunda biarkan saja dan tetap pasang di kaca lemari yang terjangkau oleh Luna. Lumayan, Luna anteng dan tidak maneuver ke halaman maupun dapur.
Tiba-tiba,o…ooo… celah sobekan “ketahuan” Luna. Jadilah poster terbagi dua. Ayah bantu coba dengan memperbaikinya lagi. Cari-cari double tip enggak ketemu, trus pakai lakban transparan juga enggak ketemu, sedangkan Luna makin antusias “membantu” Ayah. Bunda geleng-geleng kepala lihat “kesibukan” Ayah dan Luna sambil bilang, “Ayah… daripada ribet mendingan disobek aja, ganti yang buah-buahan aja…”. Ayah pun terdiam.
07 Oktober 2010
Kontes Menulis: Ketika Anakku Sakit
Percik Keluarga, Bekasi – Menyambut peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) di Indonesia yang jatuh pada 15 Oktober 2010 mendatang, Bunda ingin menyelenggarakan kontes menulis. Bunda menggelar kontes ini karena didasari pengalaman Luna Kena Diare. Nah, dari kejadian itu, Bunda jadi berpikir bahwa pola hidup bersih dan sehat itu penting. Namun sayang, kesadaran sebagian masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat masih sedikit. Oleh karena itu Bunda pun menggelar kontes ini sekaligus mensosialisasikan dan memperingati HCTPSS.
Berhadiah 1 Buah USB Flash Band 1GB
Nah, untuk ketentuan lombanya sederhana dan gampang kok, yakni:
1. Peserta memiliki blog.
2. Upload artikel yang menceritakan pengalaman pertama ketika anak sakit. Lebih menarik jika dituliskan tips-tips singkat.
3. Berikan komentar dan link pada postingan ini sebagai tanda keikutsertaan.
4. Jangan lupa tuliskan artikel diikut sertakan dalam Kontes Menulis: Ketika Anakku Sakit di Percik Keluarga.
5. Pada tulisan Kontes Menulis: Ketika Anakku Sakit dipasang tautan link postingan ini.
6. Sedangkan pada tulisan Percik Keluarga dipasang tautan link alamat blog Percik Keluarga.
7. Satu blog satu artikel.
8. Kontes ini akan ditutup pada tanggal 15 Oktober 2010, pukul 12 malam.
9. Nama pemenang akan diumumkan pada 29 Oktober 2010.
10. Penentuan pemenang berdasarkan keputusan Ayah Bunda-nya Luna – pemilik blog Percik Keluarga.
Yuk, ikutan berpartisipasi… Selain bisa berbagi kebiasaan hidup bersih dan sehat, kalau beruntung bisa mendapatkan hadiah 1 Buah USB Flash Band 1GB loh!
04 Oktober 2010
Luna Kena Diare
Percik Keluarga, Bekasi – Sebenarnya, ini cerita dua minggu lalu. Tapi, berhubung Bunda selesai deadline maka tulisan ini baru digarap. Trus, ketika ada waktu luang untuk menulis, eh foto-foto belum terkumpul. Jadilah rencana posting tertunda terus.
19 September 2010
Weekend ini, Luna full bersama Ayah dan Bunda di rumah. Oma sedang menginap di rumah Baby Kirana – sepupu Luna. Karena stok persediaan lauk untuk bubur Luna habis, Bunda pun cari di warung terdekat tetapi enggak ada. Terbesit, beli sate di tukang bubur dan tinggal diolah lagi. Habis, mau kasih telur, Luna enggak begitu suka. Selalu dimakan setengah porsi. Jadi deh, Bunda bikin bubur hati ayam wortel buncis.
20 September 2010
Pas Bunda pulang kerja, Oma bilang kalau pup Luna tidak seperti biasanya alias sedikit cair– maaf blakblakan. Meskipun baru sekali, tetapi sampai tembus ke diaper yang dipakai. Wuih, dahsyat ya? Lalu, Bunda tanya kondisi Luna, kata Oma, Luna masih seperti biasa. Aktif main sana-sini.
Oma berasumsi, bisa jadi ini karena bubur hati ayam yang Bunda bikin kemarin. Bunda pikir, bisa saja karena sate tersebut memang sudah diberi bumbu oleh si penjual. Tapi, karena umumnya setiap anak pasti pernah mengalami diare – jadi Bunda dan keluarga tidak khawatir. Tindakan pertama yang dilakukan saat itu adalah memberi air putih dan susu dengan kondisi hangat kuku.
21 September 2010
Untuk pencegahan dan meminimalisir hal-hal lain, Luna pun periksa ke klinik dekat rumah dan diberi dua resep obat. Satu bentuk sirup dan satu lagi bubuk yang bisa dicairkan. Nah, sehabis sarapan, Luna diberi obat tersebut yang dimasukkan dalam botol air putih. Apa reaksinya?
PAGI - Sedotan pertama, Luna kaget. Tetapi masih disedot sampai habis setengah. Enggak berapa lama, semua makanan yang sudah masuk perut keluar alias muntah.
SIANG – Obat serbuk dimasukkan ke dalam botol air putih. Pertama, dicicipi dulu rasanya. Pas tahu isinya bukan air putih Luna tutup mulut – sama sekali enggak mau sedot. Oma pun bikin strategi, minum obatnya pakai sendok langsung. Ya, walaupun masih ada yang dikeluarin lagi, minimal ada yang tertelan. Tentunya, enggak berapa lama – muntah juga.
MALAM – Tetap pakai sendok. Pas Luna ditawarin minum air putih (maksudnya untuk mendorong obat supaya tertelan), dia menolak. Jadilah, obat 80% yang sudah masuk keluar lagi. Nah, selang beberapa jam – Luna ogah dikasih air putih pakai botol yang biasa dipakai. Sepertinya, ingatannya tajam atau trauma. BOTOL AIR PUTIH = OBAT.
Setiap dikasih obat, Luna pasti muntah. Padahal jarak minum susu atau makan dengan jadwal minum obat sudah jeda satu jam lebih. Karena malam hari Luna masih pup, kepikiran untuk bawa ke RS. Tapi sudah malam, jadi Ayah pastikan jadwal dokter anak untuk pagi hari.
22 September 2010
Pagi-pagi, Luna sudah sampai di RS Ibu dan Anak – Tiara Bunda, Bekasi. Luna pasien nomor satu. Enggak lama, Luna diperiksa oleh dokter anak Sa’adah. Katanya, saluran pencernaan Luna yang bermasalah. Ada bakteri jahat. Sumbernya bisa dari mainan atau benda-benda yang diemutnya.
Ya, Luna memang lagi seneng ngemut dan masukin semua benda yang dilihat dan dipegangnya, ke mulut. Nah, Luna diberi 4 obat yakni: Sanprima, Zincare, Praxion Paracetamol, dan Lacto-B.
Untuk mengurangi diare, sementara ini Luna diberi susu LLM SGM. Namun, jika pup sudah normal, boleh pakai susu biasanya – Lactogen 2. Oya, kata dokter anak Sa’adah, Luna pun menghindari makanan sayur-mayur seperti bayam dan wortel. Jadi untuk ke depan, Luna makan bubur plus daging ayam atau hati dulu.
Selepas periksa, Bunda memutuskan untuk tidak masuk kantor. Bunda ingin menemani Luna. Sedih rasanya, lihat Luna yang biasa ceria dan sekarang hanya tidur-tiduran di kasur. Guling-guling di kasur. Badannya lemah, jadi semua mainan Bunda boyong ke kasur.
Untungnya, dua hari kemudian Luna membaik. Kondisi kembali seperti semula. Sudah merangkak sana-sini, bongkar keranjang, main sama Kitty dan kawan-kawan, menari setiap dengar irama, dan banyak lainnya. Bunda senang sekali bisa melihat tawa ceria Luna lagi. Sehat selalu ya..sayang…
Nah, karena kejadian Luna yang terkena diare ini. Bunda jadi terinspirasi untuk membuat kontes penulisan. Untuk info selanjutnya bisa dilihat dipostingan selanjutnya. Ditunggu ya…
27 September 2010
Melatih Luna Belajar Berjalan
Percik Keluarga, Bekasi – Berdasarkan keseharian Luna yang mulai rembetan, Bunda insiatif untuk melatih Luna belajar berjalan. Sifatnya tidak memaksa dan hanya sesekali saja. Bunda belum ada target dini mengenai Luna berjalan karena usai Luna pun masih 9 bulan. Lagipula, proses berjalan setiap anak tidak sama – berbeda satu sama lain.
Namun, memang tak menutup kemungkinan – sebagai orang tua, Bunda ingin proses tumbuh kembang Luna lancar. Nah, Bunda pun mencoba pas jalan-jalan ke Taman Kebalen kemarin. Bunda men-tatah Luna tetapi Bunda pegang ketiak – bukan tangan.
Terlihat, Luna masih bingung dengan langkahnya. Apalagi, ini pertama kalinya berjalan mengenakan sepatu Minnie Mouse. Lucu, Luna malah sibuk mengamati sepatunya dan ingin mengambilnya. Hihihi… karena biasanya, kalau di rumah kan berjalan tanpa alas kaki. Lama-lama, ehmmm… malah ingin duduk. Meskipun begitu, Bunda yakin, Luna pasti bisa. Terus berlatih ya sayang...
Karena penasaran all about walking, Bunda “jalan-jalan” ke Google. Ada beberapa artikel menarik, antara lain:
• Baby Walker
Sebenarnya, penggunaan baby walker masih pro kontra. Ada yang mengatakan, baby walker mendorong anak untuk belajar berjalan. Namun ada pula yang berpendapat, baby walker justru bikin anak malas berjalan. Belum lagi, baby walker jika digunakan tanpa pengawasan orang tua bisa terjadi hal-hal yang tidak berkenan, misal si anak menarik taplak meja. Belum lagi, sekeliling baby walker yang aman menjadikan anak tidak bisa memahami “jatuh maka sakit” dan sebagainya.
Nah, kalau Bunda dan Ayah, dari awal tidak ingin menggunakan baby walker. Ayah berpendapat, jika menggunakan baby walker Luna tidak bisa eksplorasi sekeliling. Memang, sedikit repot mengawasi Luna yang super aktif. Tetapi, tekad Ayah untuk mengajarkan “sebab-akibat”, Bunda pikir masuk akal.
Sedangkan dari sisi Bunda, baby walker memakan space :D, maklum rumah minimalis. Lagipula, sayang jika baby walker sudah tidak digunakan lagi, mau dihibahkan ke siapa?
• Tatah
Ini bisa dilakukan secara berkala. Jika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan, bisa dilakukan tatah. Bisa dilakukan sesekali, dan lambat-laun lamanya tatah bisa diperpanjang.
Bunda menerapkan ini. Sekarang baru sesekali saja dan belum rutin. Masih suka-suka Bunda-nya. Nah, cari sana-sini, ternyata ada cara yang baik men-tatah yakni membiarkan anak menapakkan kakinya di rumput yang berembun. Ini merangsang putik-putik syaraf telapak kaki. Next, Bunda mau coba cara ini… jadi bye bye sepatu Minnie Mouse.
22 September 2010
Poni Ala Dora
Percik Keluarga, Bekasi – Sejak Aqiqah dan cukur rambut 40 hari, rambut Luna baru tumbuh tipis. Untungnya, semua bagian tumbuh dengan rata. Namun, rambut bagian depannya cepat sekali panjang. Bahkan, ujung rambutnya lancip.
Banyak yang komentar, rambut Luna tuh kayak jambul atau Mohawk. Hiks… Bunda pun jadi gregetan sendiri. Gemes deh pokoknya setiap dengar komentar yang sama. Pikir-pikir, gimana ya cara bikin terlihat “indah” dan “enak”? Mau dibotakin sayang. Belum lagi, Oma udah pasti enggak setuju Luna dicukur 2 kali.
Untungnya, ide segera datang. Bunda bikin poni aja biar mirip-mirip sama Dora. Tapi, sayangnya Luna enggak suka pakai aksesoris seperti bandana, bando, atau jepitan rambut. Meskipun begitu, hasilnya… Tetap cantik kan!
17 September 2010
Luna 9 Bulan
Percik Keluarga, Bekasi – Usia Luna kini bertambah 1 bulan yakni 9 bulan. Senang rasanya, Ayah Bunda bisa mendampingi hingga sejauh ini. Seperti biasa, Bunda ingin menuliskan perkembangan Luna. Apa saja sih?
• Sudah hapal dan mengerti nama-nama boneka. Ada Kitty, Hugis, Momo, dan Teddy. Kalau Bunda bilang, “Una, mana Kitty yach? Momo mana?...”. Refleks Luna menoleh dan mencari dimana keberadaan bonekanya.
• Mulai mengerti kartun. Biasanya, kalau di televisi ada tayangan Dora, Spongebob Squarepants, dan iklan Gulaku maupun Nippon Paint (iklan cat yang ada animasi bola warna-warni). Khusus, untuk iklan Gulaku, biarpun lagi main, pas mendengar lagu “Sugar…ah honey honey. You are my candy girl. And you’re got me wanting you…” – pasti langsung lihat televisi dan berhenti bermain sejenak.
• Makin aktif bongkar muat barang-barang yang ada dikeranjang. Semua dikeluarin. Bunda lagi menerapkan juga untuk memasukkan kembali barang yang sudah dikeluarkan, mudah-mudahan cepat mengerti. Lumayan, buat bantu Bundanya kalau lagi beberes.
• Semua benda yang didapat, langsung masuk mulut. Lagi giat banget nih, alhasil harus diperhatikan. Bahkan, kotak dus susunya pun sampai lumer jadi bubur kertas di mulut Luna.
• Suka banget sama koran dan buku-buku. Selain masuk mulut, juga diremas dan disobek.
• Mahir gerak-gerakin tangan kalau dada dan memanggil Pus Meong alias kucing.
• Bisa say hallo, biasanya sama orang yang sering dilihatnya. Kalau diamati, Luna menyapa semua orang dengan teriakan “Hey!”
• Mulai mengerti makanan. Jadi, kalau ada anggota keluarga yang lagi pegang makanan dan hendak makan, Luna pasti menghampiri. Meskipun Luna lagi main. Merangkaknya cepat dan antusias meraih makanan. Uniknya, kalau enggak dikasih atau diumpetin, Luna mengerang dan menangis.
• Kalau disuapin makanan, trus makanannya habis. Luna nangis – tanda minta lagi. Jadi, kalau makanan sudah habis, harus bilang, “Makanannya sudah habis… tuh kan udah enggak ada,”. Nah, kalau bilang, biasanya Luna enggak marah dan enggak nangis. Memang, udah mengerti yach?
• Alhamdulillah, Luna suka aneka sayuran, lauk, buah, dan biskuit.
• Sudah klayu kalau, Ayah Bunda pergi kerja. Begitu juga kalau ada anggota rumah yang mau pergi.
• Sudah tahu kalau tangan Bunda dilebarkan, Luna langsung minta gendong.
• Ocehannya makin banyak. Bunda enggak ngerti xixixiii.
• Kalau digendong, trus mau diturunin, Luna segera menaikkan kakinya alias manjat ke badan yang gendong.
• Aktif kalau dimandiin. Yang mandi dan yang mandiin, sama-sama basah. Wong, Luna meluk-meluk alias enggak mau dilepas.
Masih banyak hal lain tentang Luna. Hanya saja Bunda terbatas dalam menuangkannya dalam tulisan. Tapi, selalu Bunda ingat di benak kepala. Selamat Ulang Bulan, Sayang!
15 September 2010
Lebaran Pertama Luna
Percik Keluarga, Depok - Rasanya cepat sekali waku berlalu. Idul Fitri 1430 H lalu, Bunda masih mengandung Luna. Kini, tepat hari H tiba, Luna tengah menikmati gema takbir berkumandang. Ya, ini pertama kalinya Luna berlebaran.
Oya, sama seperti tahun lalu, Bunda menyambut lebaran di kediaman Mbah Utie dan Mbah Akung di Depok. Berhubung Luna masih 9 bulan kurang 7 hari, Bunda pun tak melaksanakan shalat I'ed karena harus menjaga Luna.
Bagi sehabat blogger, Selamat Idul fitri 1431H... Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
01 September 2010
Fatherhood
Percik Keluarga, Bekasi – Hari ini Bunda teringat akan film berjudul Motherhood. Film ini mengisahkan tentang suka duka menjadi seorang ibu yang memiliki dua anak. Dikisahkan, Eliza Welch yang diperankan aktris Uma Thurman adalah mantan penulis fiksi yang memilih menjadi seorang ibu rumah tangga. Karena tak bisa meninggalkan dunianya, Eliza lantas memilih menuangkan pikirannya dalam sebuah blog miliknya. 
Suatu ketika, Eliza mengikuti lomba menulis artikel mengenai arti menjadi seorang ibu. Namun, ia tidak memiliki waktu banyak karena harus merawat kedua anaknya. Suami Eliza tidak memahami hal itu. Di akhir cerita, Eliza menemukan arti menjadi seorang istri sekaligus ibu. Ia tersadar bahwa selama ini, ia telah memiliki segalanya – suami yang baik dan dua anak yang sangat ia sayangi. Menjadi seorang ibu terkadang terasa sangat melelahkan namun juga menyenangkan, bahkan menyentuh.
Nah, lain cerita jika mengisahkan sosok fatherhood. Ya, Bunda ingin membalikkan frame cerita film tersebut dilihat dari sudut pandang sosok sang Ayah. Di sini, Bunda melihat bahwa tugas pengasuhan anak tidak hanya dilakukan Bunda saja, namun peranan Ayah juga ada. Maklum saja, pendapat yang beredar di masyarakat condong bahwa Ayah sebagai kepala keluarga sehingga bertanggung jawab pada kebutuhan material. Ini berdampak pada pemahaman lanjutan bahwa untuk masalah pengasuhan anak menjadi tanggung jawab Bunda.
Untungnya, di Percik Keluarga – Bunda dan Ayah sudah sepakat bahwa pengasuhan Luna menjadi tanggung jawab bersama. Ini bisa dilihat dari beberapa kasus yang terjadi, jika sebelumnya Bunda terpaksa meninggalkan Luna untuk tugas luar kota. Kali ini, Luna ditemani Ayah seharian. Harap maklum, Oma – yang biasa merawat Luna harus menemani Tante Wiwi (Adik Ipar Ayah) yang lahiran dan Bunda pun harus masuk kerja karena sudah mendekati liburan panjang Hari Raya Idul Fitri 2010. Satu-satunya yang masih bisa dinegosiasi adalah Ayah.
Hmmm, Bunda sih sempat ragu meninggalkan Luna hanya dibawah pengawasan Ayah. Bunda pun terbesit untuk izin tidak masuk, tapi Ayah kekeh bahwa bisa menjaga Luna dengan baik. So, sampai artikel ini diturunkan, Bunda belum tahu bagaimana pola pengasuhan Ayah. Tapi, Bunda percaya – AYAH PASTI BISA.
26 Agustus 2010
5 Prinsip Positive Parenting
Percik Keluarga, Bekasi – Pastilah, setiap orang tua menginginkan anak-anak tumbuh dengan optimal menjadi anak yang cerdas. Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, orang tua pun harus membekali diri agar bisa memberikan dukungan positif kepada anak untuk masa depannya. Istilahnya, orang tua harus mempunyai Positive Parenting. Lantas, apa sih positive parenting?
Nah, kebetulan Bunda berkesempatan hadir dalam diskusi mengenai positive parenting yang digelar Dancow di Taman Gandaria No. D4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekaligus peluncuran Rumah Dancow Parenting Center (DPC).
Kembali ke topik pembahasan, menurut Mayke S Tedjasaputra, Psikolog & Play Therapist, positive parenting adalah pola pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua dengan cara mendukung perkembangan anak (suportif); dilakukan dengan cara yang positif yakni menghindari kekerasan dan hukuman (konstruktif); dan dilakukan melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.
Adapun elemen penting positive parenting antara lain; pembekalan pro-orang tua, dimana orang tua tahu akan tumbuh kembang anak dan paham akan dasar-dasar positive parenting. Sehingga, orang tua mampu mendukung stimulasi positif untuk anak dan mampu mengatasi kendala dalam tumbuh kembang anak. Maka, diharapkan hasil yang didapat adalah anak berkembang secara optimal dalam ranah fisik-motorik; psikososial/kepribadian; kemampuan bahasa, berpikir, kecerdasan, dan kreativitas.
Untuk memudahkan, Bunda merangkum 5 prinsip positive parenting yakni:
1. Lingkungan aman dan mendukung untuk bereksplorasi
Lingkungan yang aman dan mendukung mengawali si kecil melangkah mengeksplorasi dunianya. Dalam hal ini, Bunda tidak perlu khwatir dan was-was ketika mengawasi anak. Tentunya, ini bisa memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak untuk mencoba hal-hal baru, dan Bunda pun jadi percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
2. Perhatian dan dukungan positif awal tumbuh percaya diri
Perhatian dan dukungan Bunda, tentunya dapat membina hubungan yang sehat dan lekat. Caranya sederhana kok cukup dengan sengaja menyisihkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama dan berkomunikasi dengan anak. Jika ini sering dilakukan, tahukah Bunda kalau anak akan merasa dicintai loh!.
3. Menanamkan nilai positif secara konsisten awal tumbuh bertanggung jawab
Memberikan contoh dan teladan yang baik bagi si kecil, memberikan rambu-rambu pada anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta pentingnya konsistensi, intra dan inter individual.
4. Pemahaman dan stimulasi yang sesuai awal tumbuh optimal
Orang tua mengetahui kelebihan dan kekurangan anak, memberikan pujian yang sesuai ketika anak berhasil, dan memberikan dukungan ketika anak mengalami kegagalan atau ragu-ragu. Ketika anak ragu, ada baiknya Bunda pun member semangat untuk mencoba lagi, bahkan Bunda bisa melakukan bersama si kecil.
5. Mengatasi awal stress awal komunikasi positif dengan si kecil
Di sini, Bunda harus belajar mengendalikan diri dalam mengatasi emosi negatif. Mencari solusi ketika menghadpi masalah – bukan lari dari kenyataan. Membina komunikasi terbuka antar pasangan atau dengan orang yang terlibat dengan pengasuhan anak guna meringankan beban yang Bunda rasakan. Serta, kenali kelebihan dan kekurangan diri pribadi, pengembangan sikap mau belajar dan mau berubah kea rah yang lebih baik.
24 Agustus 2010
Met Ultah, Ayah!
Percik Keluarga, Bekasi - Akhirnya, Bunda bisa menyisihkan waktu sejenak untuk menuliskan momen ulang tahun Ayah - walaupun sudah lewat 3 hari. Enggak apa-apa yach, Yah! Kan yang penting Bunda dan Luna tetap sayang Ayah.
"SELAMAT ULANG TAHUN AYAH"
Semoga Ayah sehat selalu, diberkahi Allah, dan dimudahkan dalam segala urusan.
Nah, ini kado Bunda dan Luna untuk Ayah...
18 Agustus 2010
Luna 8 Bulan
Alhamdulillah, usia Luna bertambah 1 bulan lagi yakni menjadi 8 bulan. Ulbul ke 8 kali ini bertepatan dengan 17 Agustus 2010. Ya, udah tahu dong… update kali ini molor satu hari karena pas hari H, Bunda-Ayah-dan Luna sedang menikmati long weekend sejak Sabtu kemarin. Oya, perkembangan apa aja sih yang sudah Luna capai sejauh ini:

• TUMBUH GIGI. Yup, kalau pas bulan ke-7 baru ada satu, sekarang sudah ada dua nih. Posisinya masih sama gigi bawah. Mungil banget. Nah, biarpun mungil Bunda udah enggak berani masukin jari ke mulut Luna lagi, takut digigit seperti kejadian di bulan lalu.
• MANUVER MAKIN LINCAH. Duh, sulit sekali membendung keinginan Luna yang lagi gemar merangkak bolak-balik. Udah mentok, puter, balik lagi.
• REMBETAN +. Nah, yang ini kadang Luna suka mencari pijakan lagi untuk menaiki senderan punggung di bangku. Sayang… hati-hati yach… kan sandaran bangku susah untuk dipanjat tidak seperti tangga yang punya anak tangga.
• MENGUNYAH. Setiap makan, sekarang tidak langsung ditelan tapi sudah mulai dikunyah loh. Tapi, karena belum cukup umur, Bunda masih buatkan makanan dengan tekstur bubur saring – belum nasi tim. Sabar yach…
• OCEHAN JELAS & PANJANG. Ya, Luna terkadang suka anteng tiduran di kasur sambil ngoceh. Yang Bunda dengar sih kalau ditulis mirip “ayayayyayyayyyyayyyy”, “eaaaeaaawww”, “dadadaddaa”, dan beberapa ocehan lainnya yang sulit dituliskan.
• EKSPRESI DIRI. Rasa kesenangan dan ketidaknyamanan sudah bisa dikeluarkan Luna melalui senyum, ketawa lepas, dan erangan. Jadi, Luna sudah tahu sedikit-sedikit nih kalau Bunda mulai melarang sesuatu.
10 Agustus 2010
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat datang dalam penerbangan RAMADHAN AIR tujuan Bandara Internasional IDUL FITRI dengan nomor penerbangan RA 1431 H dgn ketinggian 2010 M di atas permukaan air laut.
Tidak lama lagi kita akan menempuh perjalanan selama 29 hari & memasuki wilayah PUASA. Mari kita tegakkan kursi KEIMANAN & sandaran TAKWA. Bila terjadi guncangan dalam perjalanan, kuatkan sabuk pengaman ZIKIR,TAHAJUD & AMAL SHODAQOH kita, supaya dalam memasuki wilayah PUASA, kita aman selama 29 hari & mendarat mulus di Bandara Internasional IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431H.
Selamat memasuki gerbang Check-in bulan ramadhan.
Menjelang datangnya Ramadhan kami sekeluarga mohon maaf atas segala salah & khilaf baik perkataan maupun perbuatan yg disengaja maupun tidak disengaja.
Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mengampuni segala dosa kita sehingga kita dpt kembali fitri.
Amin ya robbal alami
Salam
Percik Keluarga
06 Agustus 2010
Benjol
Percik Keluarga, Bekasi - Bagaimana perasaan seorang Bunda jika melihat buah hatinya jatuh dari tempat tidur? Hiks, Bunda mengalami perasaan itu pada Jum'at, 30 Juli 2010 kemarin. Ya, rasanya sungguh tidak nyaman, sedih, dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Luna.
Entah mengapa, Bunda masih merasakan Luna yang sudah terjaga mendekap badan Bunda. Saat iu, setengah tersadar Bunda membalas dekapan Luna dengan memeluknya. Ditengah rasa kantuk, Bunda masih menyapa dan berbicara kepadanya. Hingga, Luna pun tidur persis di samping Bunda.
Tiba-tiba, Luna menangis. Bunda kaget. Ya, Luna bukan tipe anak yang suka menangis. Apalagi sampai kencang. Ternyata, Luna sudah ada di lantai dengan posisi tengkurap.
Tindakan pertama Bunda, menggendong Luna cepat. Mengelus badan dan mencari dimana bagian yang sakit akibat jatuh. Bunda berharap dengan mengelusnya bisa mengurangi rasa sakitnya. Maaf... ya Sayang...
Pernahkah hal ini terjadi pada moms semua? share yach...
29 Juli 2010
True Friends
Percik Keluarga, Bekasi & Depok - Carilah teman sebanyak mungkin. Itulah filosofi yang Bunda akan terapkan ke Luna kelak. Tak heran, jika sejak dini, Bunda sudah memperkenalkan Luna pada teman sebayanya.
Ini waktu Luna umur 4 bulan. Kebetulan, Bunda lagi ke Depok dan merencanakan reunian sama teman-teman =Bunda sewaktu SD dulu. Hihihiiii... Lucu juga saat mengingat teman semasa kecil dulu dan kini sudah punya momongan.
Ini Kakak Keisha. Umurnya beda 1 bulan di atas Luna. Keisha tinggal di sebelah rumah di Bekasi. Selain main bareng, Luna juga pernah mandi dan bobo bareng Keisha loh!!!
28 Juli 2010
Luna Playdates
Percik Keluarga, Bekasi - Sudah lama Bunda merencanakan playdates buat Luna. Akhirnya, kesampaian juga saat libur Sabtu (24/7) kemarin. Dua kali libur sebelumnya, Bunda dapat tugas ke Kota Pati dan deadline majalah. Nah, karena ini pertama kali untuk Luna, Bunda menentukan tempat yang strategis dan mudah untuk dijangkau yakni Playground di Giant Bekasi.
Fuih... rasanya, senang banget bisa menikmati kebersamaan bersama Luna. Saking antusiasnya, Bunda sampai lupa bawa kamera kesayangan yang sering Bunda bawa kemana-mana, Sanyo VPC-E875. Karena, enggak mau kehilangan momen, Bunda abadikan melalui BB Gemini. Sempet ragu sih dengan hasilnya tapi karena kepepet Bunda coba juga. Hasilnya...
1st Playdates - Luna 7 Bulan
Nah, yang ini Bunda coba lagi mengajak Luna untuk playdate di Playgrounds Taman Kebalen, Bekasi. Meskipun Luna belum bisa "bermain" bebas tetapi bisa terlihat Luna menikmati suasana arena bermain tersebut. Ya... melihat sekeliling dan mengamati "kakak" bermain ayunan, prosotan, dan membentuk pasir. Oya, Bunda juga beli sepatu untuk Luna loh!
23 Juli 2010
Peringatan Hari Anak Nasional 2010
Sisi Lain Peringatan Hari Anak Nasional 2010: Jadikanlah Kami Bangga Sebagai Anak Indonesia.
Seorang anak hadir di dunia tidak secara tiba-tiba,ada proses serta waktu yang harus dilalui. Kehadirannya melalui kondisi yang berbeda-beda,tidak hanya dalam hal perlakuan namun juga kondisi emosional orang tuanya masing-masing. Ada yang keberadaanya sangat diharapkan oleh kedua orang tuanya, namun ada pula yang sangat tidak diharapkan oleh salah satu atau keduanya. Ada yang kehadirannya langsung disambut peluk hangat ibunda dan ayahandanya,namun ada juga hanya salah satu bahkan tanpa kehadiran keduanya.
Kehadiran seorang anak terlepas dari proses kelahirannya, telah menanti lamanya usia yang tidak ada seorangpun tahu berapa lama akan ditempuh sang bayi. Usia yang akan lebih berwarna daripada alam rahim sang bunda,warna yang dapat cerah namun dapat juga sangat buram. Namun tetap kedua alam yang berbeda ini akan ditempuhnya untuk bertahan hidup, untuk bertahan agar eksistensi diri sebagai seorang makhluk yang berhak akan seluruh anugerah Tuhannya, tidak dianggap sebagai “manusia lain”.
Perjalanan seorang anak, dari ketidakberdayaan hingga tubuhnya berusaha agar menjadi berdaya, dari kelemahan menjadi memiliki kekuatan, dari kerentanan menjadi sangat memiliki imunitas. Perjalanan yang sangat dipengaruhi oleh apa yang dia peroleh selama di dalam rahim, bayi, balita, anak, remaja, dewasa, hingga dia menutup usia. Demikain Dr. Mahesa, mengawali obrolan alam rangka Hari Anak Nasional oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi sambil minum kopi di kawasan Pemulung di Gondandia, Jakarta Pusat. .
Berkaitan dengan anak ini, Dr. Zaenal Abidin, kembali menyetir Konvesi PBB tentang Hak-hak Anak yang diratifikasi dengan Keppres No.36/1990. merupakan satu-satunya dokumen hak-hak azasi manusia yang yang memperoleh dukungan politik dari hampir seluruh bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Dalam dokumen tersebut termaktub empat kategori hak-hak anak yang sangat mendasar. Keempatnya, meliputi : 1) Hak untuk bertahan hidup, 2) Hak untuk bertumbuh dan berkembang. 3) Hak untuk memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk tindak kekerasan dan diskrimintaif. 4) Hak untuk berpartisipasi dalam berbagai keputusan yang sangat mempengaruhi hidup dan nasibnya.
Secara keseluruhan hak-hak tersebut di atas, walaupun tidak ungkap langsung secara naratif, tapi semua orang pasti tahu bahwa kalau dihubungkan dengan gizi dan kesehatan sebagai HAM dan investasi, maka jelas ada kaitannnya. Betapa sentralnya masalah ini sehingga di arahkan kemanapun pasti akan bersinggungan dengan keempat hak anak tersebut, setidaknya, hak untuk bertahan hidup dan hak untuk tumbuh kembang, lanjut Zaenal..
Sam’ani Kurniawan, Direktur Eksekutif Yayasan, menyatakan Dalam kondisi negara kita saat ini, maka masalah kesehatan anak yang paling sering dibicarakan adalah gizi buruk dan gizi kurang. Anak yang kekurangan gizi, penyebabnya tidak satu, tapi sangat kompleks. Diantaranya karena pola asuh yang kurang baik.
Berkaitan dengan, Pola Asuh ini, dokter ahli gizi yang juga Ketua Yayasan Masyarakat Sadar Gizi, Dr. Tirta Prawita sari, MSC, mengatakan, permasalahan kurangnya asupan gizi pada balita tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya ketersediaan makanan pada tingkat rumah tangga. Hal ini ditunjukkan dengan kenyataan bahwa tak selamanya masyarakat miskin yang memiliki keterbatasan menyediakan pangan di rumahnya memiliki bayi, balita, anak dengan status gizi yang buruk.
Penyimpangan positif dari norma yang berlaku ini menjadi indikasi bahwa terdapat faktor lain yang erat kaitannya terhadap asupan nutrisi pada balita. Faktor lain tersebut adalah pola asuh. Ibu dari keluarga miskin yang memiliki pola asuh yang baik, punya perhatian penuh, mendukung proses pemberian makan pada bayi dan balita dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif agar balita mau mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Ini artinya sang ibu memiliki kemampuan mensiasati keuangan keluarganya, sebagaimana yang dialami oleh Ibu Jum (ibu dari Bayi Kafi) dan Ibu Misti, serta ibu-ibu lain yang pekerjaan sehari-hari mereka adalah pemulung. Namun jangan tanya kepada Jum, Ibu Misti dan anak-anaknya tentang Hari Anak Nasional dan pesta hari anak yang sering dilakukan anak orang kaya bersama penggede negeri. Independensi ibu dalam pengaturan belanja dalam rumah tangga juga dapat menjamin ketersediaan pangan bergizi, yang tak selalu dan tidak musti mahal, ungkap Tirta kembali.
Perbincangan yang ditutup oleh Dr. Mahesa, dengan menyatakan bahwa, bangsa yang besar dan memiliki masa depan yang cemerlang adalah bangsa yang mencintai anak-anak (bayi dan balitanya). Hal ini berarti bahwa kelangsungan suatu bangsa termasuk Indonesia, sangat ditentukan apakah bayi dan balitanya dapat hidup sehat, tumbuh, dan berkembang dengan sebaik-baiknya. Dan, hampir mustahil suatu bangsa dapat dikatakan beradab dan berbudaya bila kebutuhan dasar (gizi, kesehatan, pendidikan) serta masa depan dan kelangsungan hidup bayi dan balitanya masih terabaikan.
- Sumber: Milis dengan moderator Eliz -
***
Alhamdulillah, sejauh ini Bunda bisa memberikan kasih sayang dan nutrisi bagi Luna dengan memberikan Makanan Sehat.Semoga, Bunda bisa menjaga dan merawat Luna hingga tumbuh sehat, cerdas, dan beriman. De Una Sayang... Bangggalah Menjadi Anak Indonesia!
