04 Oktober 2010

Luna Kena Diare

Percik Keluarga, Bekasi – Sebenarnya, ini cerita dua minggu lalu. Tapi, berhubung Bunda selesai deadline maka tulisan ini baru digarap. Trus, ketika ada waktu luang untuk menulis, eh foto-foto belum terkumpul. Jadilah rencana posting tertunda terus.



19 September 2010
Weekend ini, Luna full bersama Ayah dan Bunda di rumah. Oma sedang menginap di rumah Baby Kirana – sepupu Luna. Karena stok persediaan lauk untuk bubur Luna habis, Bunda pun cari di warung terdekat tetapi enggak ada. Terbesit, beli sate di tukang bubur dan tinggal diolah lagi. Habis, mau kasih telur, Luna enggak begitu suka. Selalu dimakan setengah porsi. Jadi deh, Bunda bikin bubur hati ayam wortel buncis.

20 September 2010
Pas Bunda pulang kerja, Oma bilang kalau pup Luna tidak seperti biasanya alias sedikit cair– maaf blakblakan. Meskipun baru sekali, tetapi sampai tembus ke diaper yang dipakai. Wuih, dahsyat ya? Lalu, Bunda tanya kondisi Luna, kata Oma, Luna masih seperti biasa. Aktif main sana-sini.

Oma berasumsi, bisa jadi ini karena bubur hati ayam yang Bunda bikin kemarin. Bunda pikir, bisa saja karena sate tersebut memang sudah diberi bumbu oleh si penjual. Tapi, karena umumnya setiap anak pasti pernah mengalami diare – jadi Bunda dan keluarga tidak khawatir. Tindakan pertama yang dilakukan saat itu adalah memberi air putih dan susu dengan kondisi hangat kuku.

21 September 2010
Untuk pencegahan dan meminimalisir hal-hal lain, Luna pun periksa ke klinik dekat rumah dan diberi dua resep obat. Satu bentuk sirup dan satu lagi bubuk yang bisa dicairkan. Nah, sehabis sarapan, Luna diberi obat tersebut yang dimasukkan dalam botol air putih. Apa reaksinya?

PAGI - Sedotan pertama, Luna kaget. Tetapi masih disedot sampai habis setengah. Enggak berapa lama, semua makanan yang sudah masuk perut keluar alias muntah.

SIANG – Obat serbuk dimasukkan ke dalam botol air putih. Pertama, dicicipi dulu rasanya. Pas tahu isinya bukan air putih Luna tutup mulut – sama sekali enggak mau sedot. Oma pun bikin strategi, minum obatnya pakai sendok langsung. Ya, walaupun masih ada yang dikeluarin lagi, minimal ada yang tertelan. Tentunya, enggak berapa lama – muntah juga.

MALAM – Tetap pakai sendok. Pas Luna ditawarin minum air putih (maksudnya untuk mendorong obat supaya tertelan), dia menolak. Jadilah, obat 80% yang sudah masuk keluar lagi. Nah, selang beberapa jam – Luna ogah dikasih air putih pakai botol yang biasa dipakai. Sepertinya, ingatannya tajam atau trauma. BOTOL AIR PUTIH = OBAT.

Setiap dikasih obat, Luna pasti muntah. Padahal jarak minum susu atau makan dengan jadwal minum obat sudah jeda satu jam lebih. Karena malam hari Luna masih pup, kepikiran untuk bawa ke RS. Tapi sudah malam, jadi Ayah pastikan jadwal dokter anak untuk pagi hari.

22 September 2010
Pagi-pagi, Luna sudah sampai di RS Ibu dan Anak – Tiara Bunda, Bekasi. Luna pasien nomor satu. Enggak lama, Luna diperiksa oleh dokter anak Sa’adah. Katanya, saluran pencernaan Luna yang bermasalah. Ada bakteri jahat. Sumbernya bisa dari mainan atau benda-benda yang diemutnya.

Ya, Luna memang lagi seneng ngemut dan masukin semua benda yang dilihat dan dipegangnya, ke mulut. Nah, Luna diberi 4 obat yakni: Sanprima, Zincare, Praxion Paracetamol, dan Lacto-B.

Untuk mengurangi diare, sementara ini Luna diberi susu LLM SGM. Namun, jika pup sudah normal, boleh pakai susu biasanya – Lactogen 2. Oya, kata dokter anak Sa’adah, Luna pun menghindari makanan sayur-mayur seperti bayam dan wortel. Jadi untuk ke depan, Luna makan bubur plus daging ayam atau hati dulu.

Selepas periksa, Bunda memutuskan untuk tidak masuk kantor. Bunda ingin menemani Luna. Sedih rasanya, lihat Luna yang biasa ceria dan sekarang hanya tidur-tiduran di kasur. Guling-guling di kasur. Badannya lemah, jadi semua mainan Bunda boyong ke kasur.

Untungnya, dua hari kemudian Luna membaik. Kondisi kembali seperti semula. Sudah merangkak sana-sini, bongkar keranjang, main sama Kitty dan kawan-kawan, menari setiap dengar irama, dan banyak lainnya. Bunda senang sekali bisa melihat tawa ceria Luna lagi. Sehat selalu ya..sayang…

Nah, karena kejadian Luna yang terkena diare ini. Bunda jadi terinspirasi untuk membuat kontes penulisan. Untuk info selanjutnya bisa dilihat dipostingan selanjutnya. Ditunggu ya…

10 komentar:

  1. Wah... ceritanya mirip shishil dulu bun waktu seusia ade Luna, shishil juga dulu pernah di dianogsa ada bakteri di pencernaannya setelah periksa feses di lab. Sebabnya sama, suka masukin apa2 yg dipegang ke mulut. Kayaknya ade Luna jg lagi masuk fase itu ya bun (masukin apa2 yg dipegang ke mulut).

    So, harus lebih intensif lagi jagain Luna, pastiin tangannya bersih selalu. Kiss kiss tuk ade Luna dari ka shishil... ^^

    BalasHapus
  2. semoga sehat selalu ya de lunA

    BalasHapus
  3. mungkin setiap anak pasti ngalaminnya yah..dulu azam juga sering banget yang namanya diare dr BAB yang cair,BAB keluar lendir..ya di periksa ya kena bakteri..karena sering masukin benda apa aj ke mulutnya..

    ya udah skg de luna udah sembuh yah..ati2 ya dek jgn sakit lagi

    bun udah aku link yah blognya,thanks udah mampir

    BalasHapus
  4. Dita terkena diare parah ya pas mudik th 2009 ke kampung halaman suami. Setiap kali ngasih obat, jadi saat2 paling horor hehehe penuh penolakan. Oh ya bun, maaf, kata DSA waktu itu kalau anak diare jangan diminumin susu apapun kecuali kalau masih nenen ya boleh ASI. CMIIW.

    Alhamdulillah dedek Luna udah sembuh. Selalu sehat ya sayang :-)

    BalasHapus
  5. alhamdulillah dek luna udah sembuh...
    seumur luna emang rentan banget bund krn apa2 dimasukin ke mulut.
    Kyara juga pernah mencret, tp nggak sampai muntah. waktu itu gara2nya habis minum salah satu merk susu murni, mungkin perutnya ngga kuat minum susu murni. untuk treatment anak diare juga bisa diberikan apel bund, supaya pup nya lebih padat.

    BalasHapus
  6. Lihat anak tergolek lemas, jadi trenyuh. Alhamdulilah ya, sudah sembuh.

    BalasHapus
  7. hhm... emang paling gak enak kalo anak sakit yaa
    serasa dunia runtuh

    BalasHapus
  8. sekarang sudah sembuh kan?

    BalasHapus
  9. Kakak Luna...
    jangan sakit lagi yaaaa

    BalasHapus