Percik Keluarga, Bekasi – 17 Oktober 2010, usia Luna genap 10 bulan. Alhamdulillah, sejauh ini Luna tumbuh dengan sehat dan ceria - meskipun sempat kena diare bulan lalu. Berikut beberapa perkembangan Luna, meskipun ada beberapa yang sama dengan usia 9 bulan.
• MAMPU BERDIRI SENDIRI. Luna sudah mampu membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya, terlebih dahulu disertai gerakan nungging lalu berpegangan pada seseorang atau sesuatu di sekitarnya.
• MAHIR MELANGKAH. Luna semakin mahir melangkahkan kakinya ke samping sambil berpegangan dinding, lemari, dan bangku.
• KEMBALI KE POSISI DUDUK. Setelah lelah berdiri, Luna bisa kembali duduk sendiri. Caranya, pegangan tangannya diturunkan ke lantai dan duduk. Biasanya sih, lanjut lagi ke area lain dan berdiri lagi.
• MEMANJAT. Luna sudah mampu memanjat bangku setinggi perut dan bahunya. Sekarang lagi mencoba untuk memanjat meja kaca – sepertinya, memanjat meja kaca merupakan keinginan Luna yang tak kan tercapai karena Ayah selalu memergoki dan tak mengizinkan.
• BERJALAN GONTAI. Bunda sudah mengajarkan Luna untuk berjalan maju. Namun, Luna masih terlihat gontai. Mungkin bulan ini akan diterapkan latihan lagi.
• MERAIH MAINAN. Luna sudah bisa mengambil Teddy maupun teman boneka lainnya. Ketika Bunda katakan, “De Teddy mana?” – reflex Luna langsung mencari ke kerancang mainannya dan mengambil Teddy.
• EKSPRESI SAYANG. Ketika Bunda mengatakan, “Teddy disayang dong,” Luna langsung menyodorkan kepalanya ke arah Teddy. Luna sayang Teddy. Ketika Bunda, Ayah, dan Oma bilang, “Luna, Bunda (or Ayah or Oma) disayang dong…” Luna menyodorkan kepalanya meskipun posisi yang disayang tangan, kaki, dan anggota lainnya. Jadi, jarang sekali pas di pipi dan sekitar wajah.
• RASA INGIN TAHU. Kalau Bunda menyembunyikan mainan yang tengah Luna pegang, Luna langsung mencari dengan cara menengok dan mengelilingi badan Bunda.
• ARTI KATA “TIDAK”. Kadang, Luna suka menjangkau area “NO” seperti ke teras, tumpukan sepatu, dapur etc – yang notabene tidak steril dan berbahaya. Kalau Bunda bilang “TIDAK”, dia suka menoleh. Setelah itu, kadang dilanjutkan lagi – alhasil Bunda harus menggotongnya ke zona “WELCOME” :D
• NAMA LUNA. Dia menoleh ketika Bunda panggil LUNA or UNA or DE. Sambil senyum lagi.
• MEMAHAMI PERINTAH. Terkadang, Bunda suka menerapkan “Kalau mau susu, Luna tiduran ya… Bunda buatin susunya dulu ya…” Gemes lihat Luna yang mulai merespon. Kadang guling-gulingan di kasur dan tidak ngercokin Bunda yang lagi bikin susu.
• TANDA BANGUN TIDUR. Luna suka bangun tengah malam, biasanya Bundanya lagi asyik tidur. Luna suka bangunin Bunda dengan hentakan kaki. Oya, Luna jarang sekali nangis untuk mengekspresikan sesuatu. Nanggis hanya dikeluarkan untuk sesuatu yang sakit, seperti kejedot atau jatuh.
• JEMPOL & TELUNJUK. Luna mengambil benda-benda kecil dengan dua jari jempol dan telunjut. Seperti menjimpit. Kalau Bunda ikutan, Luna suka cekikikan.
• LAMBAI TANGAN. Luna sudah bisa melambaikan tangan ketika ada yang mau pergi.
• OCEHAN. Variasi bunyi ocehannya sudah beragam. Bunda sudah tidak bisa menuliskannya apa saja karena RUMIT. Hanya Luna yang MENGERTI :D
• SISI MENARIK. Luna selalu mencari sesuatu yang menarik. Biasanya sisi-sisi dari suatu. Stiker Pus Meong sudah jadi contohnya.
• LOMPAT. Sepertinya, setiap kali Bunda ingin memangku Luna, dia langsung loncat-loncat – ingin menapakkan kaki atau minta turun.
Masih banyak lagi perkembangan Luna, Bunda senang sekali setiap update perkembangan Luna. Sehat selalu ya sayang…. Ayah Bunda Sayang Luna.
18 Oktober 2010
Luna 10 Bulan
08 Oktober 2010
Bertahan Satu Hari Saja
Percik Keluarga, Bekasi – Melihat Luna yang antusias banget ketika melihat kambing pas belajar berjalan di Taman Kebalen lalu. Belum lagi, kalau ada kucing lewat – girangnya bukan main. Bunda pun membelikan poster bergambar binatang. Harganya murah loh, dengan uang lima ribu bisa dapet tiga poster yang berbeda. Bunda pilih aneka binatang, aneka buah, dan huruf hijaiyah.
Pas sampai rumah, Bunda sodorkan langsung poster binatang ke Luna. Dia semangat banget, bahkan posternya sampai didudukin. Tetep dong, keinginan Bunda mengajarkan alias mengenalkan nama-nama binatang. Ya, maksud hati biar Luna familier dengan bentuk binatang – minimal kucing dan kambing yang pernah dilihat langsung.
But, dengan gesit tangan Luna sudah menggenggam pinggiran poster. Sobek deh sebagian. Hmmm… Bunda biarkan saja dan tetap pasang di kaca lemari yang terjangkau oleh Luna. Lumayan, Luna anteng dan tidak maneuver ke halaman maupun dapur.
Tiba-tiba,o…ooo… celah sobekan “ketahuan” Luna. Jadilah poster terbagi dua. Ayah bantu coba dengan memperbaikinya lagi. Cari-cari double tip enggak ketemu, trus pakai lakban transparan juga enggak ketemu, sedangkan Luna makin antusias “membantu” Ayah. Bunda geleng-geleng kepala lihat “kesibukan” Ayah dan Luna sambil bilang, “Ayah… daripada ribet mendingan disobek aja, ganti yang buah-buahan aja…”. Ayah pun terdiam.
04 Oktober 2010
Luna Kena Diare
Percik Keluarga, Bekasi – Sebenarnya, ini cerita dua minggu lalu. Tapi, berhubung Bunda selesai deadline maka tulisan ini baru digarap. Trus, ketika ada waktu luang untuk menulis, eh foto-foto belum terkumpul. Jadilah rencana posting tertunda terus.
19 September 2010
Weekend ini, Luna full bersama Ayah dan Bunda di rumah. Oma sedang menginap di rumah Baby Kirana – sepupu Luna. Karena stok persediaan lauk untuk bubur Luna habis, Bunda pun cari di warung terdekat tetapi enggak ada. Terbesit, beli sate di tukang bubur dan tinggal diolah lagi. Habis, mau kasih telur, Luna enggak begitu suka. Selalu dimakan setengah porsi. Jadi deh, Bunda bikin bubur hati ayam wortel buncis.
20 September 2010
Pas Bunda pulang kerja, Oma bilang kalau pup Luna tidak seperti biasanya alias sedikit cair– maaf blakblakan. Meskipun baru sekali, tetapi sampai tembus ke diaper yang dipakai. Wuih, dahsyat ya? Lalu, Bunda tanya kondisi Luna, kata Oma, Luna masih seperti biasa. Aktif main sana-sini.
Oma berasumsi, bisa jadi ini karena bubur hati ayam yang Bunda bikin kemarin. Bunda pikir, bisa saja karena sate tersebut memang sudah diberi bumbu oleh si penjual. Tapi, karena umumnya setiap anak pasti pernah mengalami diare – jadi Bunda dan keluarga tidak khawatir. Tindakan pertama yang dilakukan saat itu adalah memberi air putih dan susu dengan kondisi hangat kuku.
21 September 2010
Untuk pencegahan dan meminimalisir hal-hal lain, Luna pun periksa ke klinik dekat rumah dan diberi dua resep obat. Satu bentuk sirup dan satu lagi bubuk yang bisa dicairkan. Nah, sehabis sarapan, Luna diberi obat tersebut yang dimasukkan dalam botol air putih. Apa reaksinya?
PAGI - Sedotan pertama, Luna kaget. Tetapi masih disedot sampai habis setengah. Enggak berapa lama, semua makanan yang sudah masuk perut keluar alias muntah.
SIANG – Obat serbuk dimasukkan ke dalam botol air putih. Pertama, dicicipi dulu rasanya. Pas tahu isinya bukan air putih Luna tutup mulut – sama sekali enggak mau sedot. Oma pun bikin strategi, minum obatnya pakai sendok langsung. Ya, walaupun masih ada yang dikeluarin lagi, minimal ada yang tertelan. Tentunya, enggak berapa lama – muntah juga.
MALAM – Tetap pakai sendok. Pas Luna ditawarin minum air putih (maksudnya untuk mendorong obat supaya tertelan), dia menolak. Jadilah, obat 80% yang sudah masuk keluar lagi. Nah, selang beberapa jam – Luna ogah dikasih air putih pakai botol yang biasa dipakai. Sepertinya, ingatannya tajam atau trauma. BOTOL AIR PUTIH = OBAT.
Setiap dikasih obat, Luna pasti muntah. Padahal jarak minum susu atau makan dengan jadwal minum obat sudah jeda satu jam lebih. Karena malam hari Luna masih pup, kepikiran untuk bawa ke RS. Tapi sudah malam, jadi Ayah pastikan jadwal dokter anak untuk pagi hari.
22 September 2010
Pagi-pagi, Luna sudah sampai di RS Ibu dan Anak – Tiara Bunda, Bekasi. Luna pasien nomor satu. Enggak lama, Luna diperiksa oleh dokter anak Sa’adah. Katanya, saluran pencernaan Luna yang bermasalah. Ada bakteri jahat. Sumbernya bisa dari mainan atau benda-benda yang diemutnya.
Ya, Luna memang lagi seneng ngemut dan masukin semua benda yang dilihat dan dipegangnya, ke mulut. Nah, Luna diberi 4 obat yakni: Sanprima, Zincare, Praxion Paracetamol, dan Lacto-B.
Untuk mengurangi diare, sementara ini Luna diberi susu LLM SGM. Namun, jika pup sudah normal, boleh pakai susu biasanya – Lactogen 2. Oya, kata dokter anak Sa’adah, Luna pun menghindari makanan sayur-mayur seperti bayam dan wortel. Jadi untuk ke depan, Luna makan bubur plus daging ayam atau hati dulu.
Selepas periksa, Bunda memutuskan untuk tidak masuk kantor. Bunda ingin menemani Luna. Sedih rasanya, lihat Luna yang biasa ceria dan sekarang hanya tidur-tiduran di kasur. Guling-guling di kasur. Badannya lemah, jadi semua mainan Bunda boyong ke kasur.
Untungnya, dua hari kemudian Luna membaik. Kondisi kembali seperti semula. Sudah merangkak sana-sini, bongkar keranjang, main sama Kitty dan kawan-kawan, menari setiap dengar irama, dan banyak lainnya. Bunda senang sekali bisa melihat tawa ceria Luna lagi. Sehat selalu ya..sayang…
Nah, karena kejadian Luna yang terkena diare ini. Bunda jadi terinspirasi untuk membuat kontes penulisan. Untuk info selanjutnya bisa dilihat dipostingan selanjutnya. Ditunggu ya…
27 September 2010
Melatih Luna Belajar Berjalan
Percik Keluarga, Bekasi – Berdasarkan keseharian Luna yang mulai rembetan, Bunda insiatif untuk melatih Luna belajar berjalan. Sifatnya tidak memaksa dan hanya sesekali saja. Bunda belum ada target dini mengenai Luna berjalan karena usai Luna pun masih 9 bulan. Lagipula, proses berjalan setiap anak tidak sama – berbeda satu sama lain.
Namun, memang tak menutup kemungkinan – sebagai orang tua, Bunda ingin proses tumbuh kembang Luna lancar. Nah, Bunda pun mencoba pas jalan-jalan ke Taman Kebalen kemarin. Bunda men-tatah Luna tetapi Bunda pegang ketiak – bukan tangan.
Terlihat, Luna masih bingung dengan langkahnya. Apalagi, ini pertama kalinya berjalan mengenakan sepatu Minnie Mouse. Lucu, Luna malah sibuk mengamati sepatunya dan ingin mengambilnya. Hihihi… karena biasanya, kalau di rumah kan berjalan tanpa alas kaki. Lama-lama, ehmmm… malah ingin duduk. Meskipun begitu, Bunda yakin, Luna pasti bisa. Terus berlatih ya sayang...
Karena penasaran all about walking, Bunda “jalan-jalan” ke Google. Ada beberapa artikel menarik, antara lain:
• Baby Walker
Sebenarnya, penggunaan baby walker masih pro kontra. Ada yang mengatakan, baby walker mendorong anak untuk belajar berjalan. Namun ada pula yang berpendapat, baby walker justru bikin anak malas berjalan. Belum lagi, baby walker jika digunakan tanpa pengawasan orang tua bisa terjadi hal-hal yang tidak berkenan, misal si anak menarik taplak meja. Belum lagi, sekeliling baby walker yang aman menjadikan anak tidak bisa memahami “jatuh maka sakit” dan sebagainya.
Nah, kalau Bunda dan Ayah, dari awal tidak ingin menggunakan baby walker. Ayah berpendapat, jika menggunakan baby walker Luna tidak bisa eksplorasi sekeliling. Memang, sedikit repot mengawasi Luna yang super aktif. Tetapi, tekad Ayah untuk mengajarkan “sebab-akibat”, Bunda pikir masuk akal.
Sedangkan dari sisi Bunda, baby walker memakan space :D, maklum rumah minimalis. Lagipula, sayang jika baby walker sudah tidak digunakan lagi, mau dihibahkan ke siapa?
• Tatah
Ini bisa dilakukan secara berkala. Jika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan, bisa dilakukan tatah. Bisa dilakukan sesekali, dan lambat-laun lamanya tatah bisa diperpanjang.
Bunda menerapkan ini. Sekarang baru sesekali saja dan belum rutin. Masih suka-suka Bunda-nya. Nah, cari sana-sini, ternyata ada cara yang baik men-tatah yakni membiarkan anak menapakkan kakinya di rumput yang berembun. Ini merangsang putik-putik syaraf telapak kaki. Next, Bunda mau coba cara ini… jadi bye bye sepatu Minnie Mouse.
22 September 2010
Poni Ala Dora
Percik Keluarga, Bekasi – Sejak Aqiqah dan cukur rambut 40 hari, rambut Luna baru tumbuh tipis. Untungnya, semua bagian tumbuh dengan rata. Namun, rambut bagian depannya cepat sekali panjang. Bahkan, ujung rambutnya lancip.
Banyak yang komentar, rambut Luna tuh kayak jambul atau Mohawk. Hiks… Bunda pun jadi gregetan sendiri. Gemes deh pokoknya setiap dengar komentar yang sama. Pikir-pikir, gimana ya cara bikin terlihat “indah” dan “enak”? Mau dibotakin sayang. Belum lagi, Oma udah pasti enggak setuju Luna dicukur 2 kali.
Untungnya, ide segera datang. Bunda bikin poni aja biar mirip-mirip sama Dora. Tapi, sayangnya Luna enggak suka pakai aksesoris seperti bandana, bando, atau jepitan rambut. Meskipun begitu, hasilnya… Tetap cantik kan!
17 September 2010
Luna 9 Bulan
Percik Keluarga, Bekasi – Usia Luna kini bertambah 1 bulan yakni 9 bulan. Senang rasanya, Ayah Bunda bisa mendampingi hingga sejauh ini. Seperti biasa, Bunda ingin menuliskan perkembangan Luna. Apa saja sih?
• Sudah hapal dan mengerti nama-nama boneka. Ada Kitty, Hugis, Momo, dan Teddy. Kalau Bunda bilang, “Una, mana Kitty yach? Momo mana?...”. Refleks Luna menoleh dan mencari dimana keberadaan bonekanya.
• Mulai mengerti kartun. Biasanya, kalau di televisi ada tayangan Dora, Spongebob Squarepants, dan iklan Gulaku maupun Nippon Paint (iklan cat yang ada animasi bola warna-warni). Khusus, untuk iklan Gulaku, biarpun lagi main, pas mendengar lagu “Sugar…ah honey honey. You are my candy girl. And you’re got me wanting you…” – pasti langsung lihat televisi dan berhenti bermain sejenak.
• Makin aktif bongkar muat barang-barang yang ada dikeranjang. Semua dikeluarin. Bunda lagi menerapkan juga untuk memasukkan kembali barang yang sudah dikeluarkan, mudah-mudahan cepat mengerti. Lumayan, buat bantu Bundanya kalau lagi beberes.
• Semua benda yang didapat, langsung masuk mulut. Lagi giat banget nih, alhasil harus diperhatikan. Bahkan, kotak dus susunya pun sampai lumer jadi bubur kertas di mulut Luna.
• Suka banget sama koran dan buku-buku. Selain masuk mulut, juga diremas dan disobek.
• Mahir gerak-gerakin tangan kalau dada dan memanggil Pus Meong alias kucing.
• Bisa say hallo, biasanya sama orang yang sering dilihatnya. Kalau diamati, Luna menyapa semua orang dengan teriakan “Hey!”
• Mulai mengerti makanan. Jadi, kalau ada anggota keluarga yang lagi pegang makanan dan hendak makan, Luna pasti menghampiri. Meskipun Luna lagi main. Merangkaknya cepat dan antusias meraih makanan. Uniknya, kalau enggak dikasih atau diumpetin, Luna mengerang dan menangis.
• Kalau disuapin makanan, trus makanannya habis. Luna nangis – tanda minta lagi. Jadi, kalau makanan sudah habis, harus bilang, “Makanannya sudah habis… tuh kan udah enggak ada,”. Nah, kalau bilang, biasanya Luna enggak marah dan enggak nangis. Memang, udah mengerti yach?
• Alhamdulillah, Luna suka aneka sayuran, lauk, buah, dan biskuit.
• Sudah klayu kalau, Ayah Bunda pergi kerja. Begitu juga kalau ada anggota rumah yang mau pergi.
• Sudah tahu kalau tangan Bunda dilebarkan, Luna langsung minta gendong.
• Ocehannya makin banyak. Bunda enggak ngerti xixixiii.
• Kalau digendong, trus mau diturunin, Luna segera menaikkan kakinya alias manjat ke badan yang gendong.
• Aktif kalau dimandiin. Yang mandi dan yang mandiin, sama-sama basah. Wong, Luna meluk-meluk alias enggak mau dilepas.
Masih banyak hal lain tentang Luna. Hanya saja Bunda terbatas dalam menuangkannya dalam tulisan. Tapi, selalu Bunda ingat di benak kepala. Selamat Ulang Bulan, Sayang!
18 Agustus 2010
Luna 8 Bulan
Alhamdulillah, usia Luna bertambah 1 bulan lagi yakni menjadi 8 bulan. Ulbul ke 8 kali ini bertepatan dengan 17 Agustus 2010. Ya, udah tahu dong… update kali ini molor satu hari karena pas hari H, Bunda-Ayah-dan Luna sedang menikmati long weekend sejak Sabtu kemarin. Oya, perkembangan apa aja sih yang sudah Luna capai sejauh ini:

• TUMBUH GIGI. Yup, kalau pas bulan ke-7 baru ada satu, sekarang sudah ada dua nih. Posisinya masih sama gigi bawah. Mungil banget. Nah, biarpun mungil Bunda udah enggak berani masukin jari ke mulut Luna lagi, takut digigit seperti kejadian di bulan lalu.
• MANUVER MAKIN LINCAH. Duh, sulit sekali membendung keinginan Luna yang lagi gemar merangkak bolak-balik. Udah mentok, puter, balik lagi.
• REMBETAN +. Nah, yang ini kadang Luna suka mencari pijakan lagi untuk menaiki senderan punggung di bangku. Sayang… hati-hati yach… kan sandaran bangku susah untuk dipanjat tidak seperti tangga yang punya anak tangga.
• MENGUNYAH. Setiap makan, sekarang tidak langsung ditelan tapi sudah mulai dikunyah loh. Tapi, karena belum cukup umur, Bunda masih buatkan makanan dengan tekstur bubur saring – belum nasi tim. Sabar yach…
• OCEHAN JELAS & PANJANG. Ya, Luna terkadang suka anteng tiduran di kasur sambil ngoceh. Yang Bunda dengar sih kalau ditulis mirip “ayayayyayyayyyyayyyy”, “eaaaeaaawww”, “dadadaddaa”, dan beberapa ocehan lainnya yang sulit dituliskan.
• EKSPRESI DIRI. Rasa kesenangan dan ketidaknyamanan sudah bisa dikeluarkan Luna melalui senyum, ketawa lepas, dan erangan. Jadi, Luna sudah tahu sedikit-sedikit nih kalau Bunda mulai melarang sesuatu.
06 Agustus 2010
Benjol
Percik Keluarga, Bekasi - Bagaimana perasaan seorang Bunda jika melihat buah hatinya jatuh dari tempat tidur? Hiks, Bunda mengalami perasaan itu pada Jum'at, 30 Juli 2010 kemarin. Ya, rasanya sungguh tidak nyaman, sedih, dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Luna.
Entah mengapa, Bunda masih merasakan Luna yang sudah terjaga mendekap badan Bunda. Saat iu, setengah tersadar Bunda membalas dekapan Luna dengan memeluknya. Ditengah rasa kantuk, Bunda masih menyapa dan berbicara kepadanya. Hingga, Luna pun tidur persis di samping Bunda.
Tiba-tiba, Luna menangis. Bunda kaget. Ya, Luna bukan tipe anak yang suka menangis. Apalagi sampai kencang. Ternyata, Luna sudah ada di lantai dengan posisi tengkurap.
Tindakan pertama Bunda, menggendong Luna cepat. Mengelus badan dan mencari dimana bagian yang sakit akibat jatuh. Bunda berharap dengan mengelusnya bisa mengurangi rasa sakitnya. Maaf... ya Sayang...
Pernahkah hal ini terjadi pada moms semua? share yach...
19 Juli 2010
Luna 7 Bulan
Percik Keluarga, Bekasi - Wah! Enggak berasa Luna sudah 7 bulan aja… Hmmm, apa aja sih perkembangannya sejauh ini.
• REMBETAN. Awalnya memang kudu dijagain dari belakang. Lambat laun, Luna sudah bisa mencari pegangan – walaupun kadang seenaknya aja pegangan ke sekeliling yang notabene belum mantap , misal kain etc.
• TUMBUH GIGI. Yups, bagian bawah - kiri sudah ada gigi. Kecil dan putih. Bunda juga tahunya, pas Luna tiba-tiba nangis saat ngemut jarinya. Olala… ternyata, jarinya kegigit. Semenjak keseringan kegigit, Luna sekarang mengemut jarinya ke pinggir bibir. Trus, sekarang kalau makan, pasti deh sendoknya digigit-gigit dulu.
• LONCAT-LONCATAN. Entah kenapa, setiap mau dipangku, Luna tuh selalu merespon dengan jingkrak-jingkrakan alias lompat-lompatan. Luna senang banget melakukan hal itu, terlihat dari ekspresinya yang ketawa-ketawa.
• NAIK BANGKU. Mungkin, ini terkesan berlebihan. But, it’s fact!. Bunda juga awalnya sempat enggak percaya saat diceritain Oma & Opa. Sampai pada akhirnya, Bunda dan Ayah menyaksikan sendiri kemarin (18.07.2010). Fantastis!
Sehat selalu yach Sayang! Bunda dan Ayah, bangga akan selalu bangga memilikimu, Luna.
08 Juli 2010
Luna’s Milestone
Alhamdulillah, sejauh ini Luna bisa mengikuti proses tumbuh kembang dengan baik. Dari hari ke hari, Bunda dan Ayah sangat antusias menyaksikan perkembangan selanjutnya. Senang, bangga, bahkan terkadang degdeg-an.
½ Tengkurap
Pertama kali tengkurap Luna masih berumur 3 bulanan. Biasanya, lagi asyik-asyik terlentang, eh tiba-tiba suka maksa-maksa badannya untuk guling ke kiri atau kanan. Hasilnya, pluk! Kalau udah begini, Bunda yang suka kaget karena kan belum bisa angkat kepala jadi otomatis hidungnya ke tutup. Nah, karena sering banget “tengkurep tanpa izin”, Bunda pun harus ekstra hati-hati pas bobo malam. Sering-sering terjaga, untuk ngecek.
Tengkurap


Lama-lama, Luna pun bisa tengkurap. Awalnya, tangan satunya masih suka ketindihan badan dan kepalanya suka membentur lantai karena belum sempurna. Kini, fuih… sudah sempurna tengkurapnya.
1/2 Merangkak
Setelah mahir tengkurap, pake lepas tangan segala dan manuver ke sana-kemari. Luna pun giat banget nih latihan merangkaknya. Pertama, baru bisa angkat pantat trus makin lama kian tinggi. Sesekali coba mau maju pakai dengkul, eh jadinya malah nungging...
Merangkak
Nah, kalau yang ini udah mahir merangkak. Bahkan, Bunda sampai kalah kalau mau menggapai Luna yang lagi aktif ngerangkak... harus ikut kemana Luna merangkak deh!
Rembetan
Tumbuh Gigi
Luna sudah tumbuh gigi pertama kali pas umur 7 bulan. Nah, kalau gigi yang kedua ini tumbuhnya pun enggak lama dari yang pertama yakni 8 bulan kurang 7 hari. Tmbuh terus yach sayang... biar bisa makan rendang ^-^
Duduk Tanpa Bantuan
Bunda tahu kalau Luna bisa duduk tanpa bantuan pas liburan di Depok (16 Agustus 2010). Wah... Bunda seneng banget pas lihat momen ini. Menggemaskan.
29 Juni 2010
Luna 6 Bulan
Home, Bekasi - Walaupun telat up date perkembangan Luna menginjak usia 6 bulan, tapi Bunda masih antusias untuk membahasnya. Sejauh ini, perkembangan Luna sampai pada tahap:
• Mulai merangkak menggunakan dengkulnya meskipun sesekali. Mungkin, Luna masih bingung kali yach gimana mengatur langkah dengkul dan tangannya supaya sinkron, jadi kadang bertumpu pada dengkul, tak jarang malah nungging.
• Uniknya, Luna justru mulai rembetan ke pinggiran bangku. Bahkan, Luna sering curi-curi untuk berdiri. Sejauh ini sih, Luna bisa berdiri dengan mengandalkan kedua tangannya untuk pegangan. Eh, tapi kadang Luna juga suka melepas satu tangannya loh, trus difungsikan untuk mengambil benda-benda terdekat.
• Kalau sudah bicara tengkurap, Luna bisa guling –guling beberapa kali. Artinya, Bunda atau siapapun yang kebagian jagain Luna harus standby dengan bantal, untuk menahan benturan.
• Berhubung Luna enggak Bunda masukin ke boks, jadi mahir banget tuh melewati pembatas yang dibuat seperti bantal besar, guling besar, bahkan kasur Palembang.
• Sudah bisa ngambek kalau keinginannya dihalang-halangi.
• Semua benda yang didapet, pasti langsung masuk mulut dan diemut. Selain mainan, Luna juga pernah ngemut sepatu Bunda xixixiiii.
• Sudah jarang memasukkan semua jari tangannya ke mulut, paling hanya jempol dan telunjuknya saja.
• Karena sebelum 6 bulan, Bunda sudah memberikan makanan pendamping sebagai porsi perkenalan. Maka, pernah sesekali Luna menyemburkan semua suapan bubur susunya. Mungkin bosan kali yach.
Pokoknya, banyak hal lainnya. Alhamdulillah, Luna diberikan kesehatan sampai saat ini. Love you, Luna!
31 Mei 2010
Sidik Jari Cerdas
Percik Keluarga, Bekasi – Walaupun Luna belum bisa mengimplementasikan Sidik Jari Cerdas, tetapi Bunda sangat antusias untuk membahas hal ini. Maklum saja, fenomenanya sekarang ini banyak orang tua yang menghadapi kesulitan ketika berinteraksi dan memberikan pengarahan kepada anak-anaknya. Bahkan, tidak jarang pula orang tua memaksakan anak untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler dengan harapan bisa mengoptimalkan kecerdasan anak – sekaligus menyalurkan ambisi orang tua :-D
Nah, padahal hal tersebut belum tentu semua kegiatan tersebut sesuai dan tepat dalam mengoptimalkan potensi seorang anak. Dengan demikian, orang tua perlu mengenali terlebih dahulu potensi apa yang dimiliki anak tersebut sebelum menentukan kegiatan yang akan diikuti. Karena, setiap anak merupakan individu unik yang berbeda. Tentunya, mereka membutuhkan stimulasi yang tepat yang disesuaikan dengan potensi bakat, karakter, dan gaya belajar. Sehingga, anak dapat menyerap, mengolah informasi dan mengembangkan potensinya secara optimal.
Salah satu cara untuk mengetahui itu, bisa dilakukan dengan analisa sidik jari. Ini merupakan alat yang dapat membantu para orangtua untuk mengetahui potensi anak sejak dini, sehingga orang tua dapat memberikan stimulasi yang sesuai untuk tumbuh kembang serta minat anak dengan optimal. Analisa Sidik Jari atau istilah lainnya Fingerprint Analysis merupakan sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) sidik jari anak untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak.
Adapun model gaya belajar yang dihasilkan dari Sidik Jari Cerdas, adalah:
1. Visual
• Kecenderungan gaya belajar dengan menggunakan indera penglihatan.
• Pada model gaya belajar Visual, informasi data visual berbagi menjadi data berupa teks (tulisan, huruf, angka/simbol) dan berupa gambar (gambar, foto, diagram).
2. Auditory
• Kecenderungan gaya belajar dengan menggunakan indera pendengaran.
• Pada model gaya belajar Auditory, informasi data auditory terbagi menjadi data berupa bahasa dan nada.
3. Kinestetik
• Kecenderungan gaya belajar dengan menggunakan indera tubuh.
• Pada model gaya belajar Kinestetik, informasi data kinestetik terbagi menjadi data berupa gerakan dan sentuhan.
Lantas, apakah gaya belajar buah hati Anda? Visual, Auditory, atau Kinestetik??? Kira-kira, Luna yang mana yach??? Heheheee….
Rasanya, sudah tak sabar menunggu Luna dewasa. Habis, sayang banget dapet kartu free pass saat liputan tapi enggak bisa dipakai. Karena, syarat untuk ikut tes adalah anak berusia 2-6 tahun, sedangkan Luna masih 5 bulan. Mau dikasih ke keponakan atau orang lain, pas dicek tanggalnya adalah 28-30 Mei 2010 alias sudah mepet kadaluarsa xixixixiiii….. Sedangkan free pass baru dibagi pada Kamis, 27 Mei 2010. Fuih,lengkap sudah, so… Bunda hanya bisa meratap – sayang sekali.
Oh iya… bagi para mommy blogger yang tertarik dengan Analisa Sidik Jari, bisa ikutan di acara “Sidik Jari Cerdas Frisian Flag”. Untuk info lengkapnya, bisa klik Ibu & Balita.
24 Mei 2010
Serba-serbi Luna 5 Bulan
Kini, usia Luna sudah lima bulan loh! Walaupun Bunda baru sempet update sekarang, tapi Bunda belum lupa kok kebiasaan Luna di usia tersebut. Masih segar dalam ingatan, kalau Luna sudah…
1. Bisa merangkak. Waktu tahu hal ini, Bunda dan keluarga sangat amazing banget. Pandangan Bunda enggak lepas-lepas dari Luna, pengen lihat terus rasanya – menggemaskan. Lucunya, Luna ngerangkak MUNDUR.
Tapi, dua minggu belakangan ini, Luna sudah bisa merangkak MAJU. Uniknya lagi, Luna mau ngerangkak maju kalau ada sesuatu di hadapannya, misal box tisu, botol, mainan, dan yang jadi favoritnya adalah rumbai-rumbai pinggiran karpet kuning yang dijadikan alas. Udah gitu, Luna tuh pinter banget, kalau benda yang di hadapannya sedikit jauh, Luna suka jual mahal. Kalau letaknya sejengkal, MAJU TERUSSSS!!!!
2. Rajin nyembur ludah. Hahahhaaa… yang ini sudah memakan banyak korban.
3. Suka masukin tangan ke dalam mulut. Karena setiap saat hobi yang satu ini tidak bisa dihilangkan, Bunda pun membelikan Bepi (Bebek Pink) sebagai penggantinya. Awalnya sih,Luna ogah, mungkin karena belum bisa menggenggam dengan sempurna dan berat kali yach… jadi suka didiemin begitu aja. Tapi, lambat laun Luna suka.
Favorit Luna sekarang adalah air putih. Enggak tahu kenapa, setiap dikasih botol isi air putih nafsu minum Luna meningkat. Karena penasaran, Bunda pun melakukan tes kecil-kecilan, Bunda berikan Luna susu Lactogen 1 – langsung dimainin di mulut. Bunda ganti deh dengan botol isi air putih, langsung lep..lep…lep, nikmat banget. Kesimpulan singkat, Luna lebih suka air putih dibanding susu. Sudah bosen kali yach???
Nah, karena akhir-akhir ini Luna aktif banget, Bunda kadang suka mikir, apakah asupan gizi dari susu sudah terpenuhi? Bunda bisa berpikiran demikian karena malam hari Luna sering terbangun untuk minta susu. Tidurnya jadi enggak tenang. Akhirnya Bunda bertanya pada ahli nutrisi dari Sahabat Nestle, jawabannya boleh dikasih makanan pendamping – hanya untuk perkenalan. Bunda berikan Serelac sebagai permulaan.
Adapun hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan makanan pendamping antara lain:
1. Pastikan kondisi anak memang sudah memerlukan MPASI. Ini bisa dilihat dengan ciri-ciri, anak aktif bergerak, sudah mampu mengecap, dan memberikan respon ketika kita mengarahkan sendok ke mulutnya. Itu sebagian tanda anak sudah boleh diperkenalkan makanan pendamping.
2. Sebagai perkenalan,berikan ½ bungkus bubur instant dalam 1 hari. Tentukan waktu yang tepat, baiknya pagi hari untuk memberikan energi kepada si anak agar ia aktif bergerak.
3. Bubur disajikan dalam bentuk cair – jadi sama seperti memberikan susu. Ini untuk menjaga saluran pencernaannya. Atau, bisa juga susu dicampur dengan susu dan masukkan dalam botol.
4. Nah, untuk mengetahui cocok atau tidaknya, untuk awal berikan bubur dalam satu rasa saja. Ini memberikan kemudahan kita dalam mendeteksi makanan yang masuk. Karena, menurut pakar, ada baiknya anak diberikan rasa secara bertahap dan satu jenis. Sehingga, jika anak kemungkinan ada alergi bisa diketahui dari jenis makanannya.
Nah, begitulah serba-serbi Luna diusia 5 bulan. Masih ada perjalanan liburan sesi 2. Tunggu yach….
05 Mei 2010
D’Luna+”S”+”H”=All About Pempers
Akhirnya, Bunda memutuskan untuk mengenakan pempers pada D’Luna (4 bln). Ceritanya… dimulai ketika Bunda dapat pempers Sweety dari teman kantor (hasil liputan-red). Bingung, mau dipakaikan kapan yach? Berhubung penasaran Bunda pakaikan saja sama D’Luna sekalian lihat respon D’Luna kalau pakai pampers – nyaman atau tidaknya.
Awal pakai, Bunda jadi sering ngecek pempers yang dipakai D’Luna. Mau lihat, apakah pipisnya sudah banyak, pup, bahkan terjadi iritasi atau tidaknya. Pokoknya sebentar-sebentar ‘ngintip’ pempers dari balik celana D’Luna
Bicara mengenai iritasi pada kulit bayi, Bunda pernah mengetetahui dari hasil penelitian (Paller AS, Mancini AJ. Hurwitz Clinical Pediatric Dermatology, 3rd Ed. 2006) mengungkapkan bahwa kesehatan kulit bayi menunjukkan bahwa satu dari tiga bayi dan balita pernah menderita ruam popok.
Nah, dari itulah Bunda belum terlalu berani memakaikan pempers setiap hari, Bunda memutuskan untuk mengenakannya pada malam hari saja. Pertimbangannya sih, biar D’Luna nyenyak tidur. Begitu juga Bunda.
Cari sana-sini info tentang pempers dan sebagainya. Eh, ‘ndilalah Bunda dapat undangan dari Inke Maris & Associates untuk menghadiri acara Huggies @ Hotel Nikko Jakarta. Acara diskusi tersebut menghadrkan Dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK (K) – dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Sakti Medika Tebet serta Benny Setiawan, Marketing Manager PT Kimberly-Clark Indonesia.
Dari acara tersebut, Bunda jadi tahu bahwa penyebab terjadinya ruam popok dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah fungsi kulit yang belum sempurna – walaupun saat lahir, bayi sudah memiliki struktur kulit yang sama dengan kulit dewasa. Selain itu, masalah kulit bayi juga dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis di Indonesia yang lembab sehingga dapat memperbesar risiko iritasi pada bayi.
Kenapa kulit bayi jadi sensitif? Ini disebabkan oleh fungsi-fungsinya yang masih terus berkembang – terutama pada lapisan epidermis atau lapisan terluar kulit. Bagian ini berfungsi untuk memberikan perlindungan alami pada kulit dari lingkungan sekitarnya. Kulit sensitif bayi sangat rentan terhadap bahan-bahan yang menimbulkan iritasi kulit terutama pada bagian sekitar alat kelamin, bokong, dan pangkal paha bagian dalam. Area ini sangat sensitif, sehingga diperlukan penanganan yang benar dan perhatian ekstra untuk menghindari terjadinya masalah kulit.
Trus, Bunda jadi tahu penyebab ruam popok disebabkan oleh penggunaan popok yang salah sehingga terjadi iritasi yang dipicu oleh urin dan feses bayi. Nah, urin dan feses yang tertutup popok akan menimbulkan tumbuhnya kuman – terutama jamur CANDIDA.
Ruam biasanya berwarna kemerahan disertai dengan lecet ringan dan gatal. Gejala ruam terlihat dari kemerahan pada daerah bokong yang mencembung – di kulit yang menempel dengan popok dan daerah lipatan kulit. So far, D’Luna baik-baik saja mengenakan pempers baik Sweety (yang endorsernya Indi Barends) dan Huggies Ultra.
Fakta yang menarik, memang masih banyak para mommy yang menganggap penggunaan popok tradisional atau popok kain lebih baik dibandingkan popok modern. Namun, perlu dicatat, bahwa popok kain sebenarnya memiliki daya serap yang rendah sehingga menyebabkan kulit bayi menjadi lembab dan lebih lanjut menyebabkan ruam. Bunda jadi lega dan tidak was-was mengetahui hal ini.
Lantas, popok yang seperti apakah yang ideal?
1. Popok yang mempunyai daya serap besar (superabsorbent).
2. Dapat menyerap cairan tanpa mengganggu aliran udara.
3. Terdapat indikator daya tampung.
4. Bantalannya (pad) menyerap secara ultra dan membantu menahan kebasahan.
5. Mampu membendung hingga 12 jam atau 8 kali pipis sepanjang malam.
6. Terbuat dari bahan yang menyerupai kain dan berpori sehingga mampu menjaga sirkulasi udara tetap lancar.
7. Sisi karet pinggang elastis dan lembut.
8. Memberikan rasa pas dan nyaman saat digunakan.
9. Memiliki perekat yang lembut, mudah dipasang dan direkatkan kembali tanpa mencederai kulit bayi.
Sekarang, pakai pempers jadi tidak khawatir lagi. Bahkan untuk ruam popok sekalipun. Intinya, jeli dalam memilih pempers yang cocok, nyaman, dan aman.
25 Maret 2010
D'Luna 3 Bulan
Ketemu lagi…. D’Luna beranjak 3 bulan, emang sih sedikit telat sih. Tapi, enggak apa-apa buat story. Yup, kini berat badan nambah lagi menjadi 5kg dan panjang badan 59cm. Seperti biasa, Bunda mau upload perkembangan D’Luna sekarang ini:
• Udah mahir tengkurep. Karena masih enggak tega, Bunda belum bolehin D’Luna tengkurep lama-lama. Kalau tidur, sampe-sampe Bunda akalin bantal guling di kanan dan kiri kasur D’Luna. Efeknya, D’Luna suka ga bisa diem karena hobi barunya dihalangi, he3x.
• Mulai enggak sabaran kalo susunya telat, pokoknya siap sedia susu terus deh. Oya, untuk banyaknya jumlah susu D’Luna sudah sampe ke tingkat 100ml.
• Bisa membedakan aktifitas di pagi-siang-malam. Jadi, Bunda enggak perlu bergadang lagi. Pola tidurnya sudah teratur.
• Ocehannya mulai jelas dan lama, jadi kalau diajak bercanda sampe ketawa cekikikan.
• Yang lebih menggemaskan, setiap bangun tidur – khususnya pagi, D’Luna pasti senyum. So sweet…
Sehat selalu yach sayang…
16 Februari 2010
Luna 2 Bulan
Alhamdulillah, D’Luna sudah menginjak usia 2 bulan. Saat ini, berat badannya sudah mencapai angka 4,2 kg dan tinggi 56 cm.
Perkembangan D’Luna sejauh ini, antara lain:
• Sudah bisa mengangkat kepala, walaupun sedikit dan sebentar. Biasanya, ini dilakukan D’Luna kalau lagi tengkurap saat dijemur atau disandarkan di bahu.
• Jari-jari tangannya mulai bisa meregang jadi sudah tidak mengepal lagi. Gerakan kaki dan tangannya juga mulai aktif. Malahan, terkadang telapak kakinya suka dijadikan tumpuan untuk “loncat” hingga kepalanya bisa melewati bantal.
• Lagi semangat-semangatnya belajar tengkurap. Bunda suka kasihan melihat kegigihannya, pengen deh rasanya bantuin. Habis, kalau kelamaan, D’Luna suka kesal; mukanya merah; terus nangis deh.
• Matanya mulai aktif bergerak mengikuti gerakan atau suara orang di sekitarnya. Trus, mulai focus terhadap sesuatu yang dilihatnya.
• Mulai mengeluarkan suara seperti “e”, “m”, “a”, dan “o”.
• Lebih sering tersenyum dan tertawa.
Seiring pertumbuhannya, D’Luna terkadang sulit tidur. Sampai muncul istilah “bau tangan” karena seringnya di-nina bobo-in di pangkuan orang rumah. Baru dipindahkan ke tempat tidur, 5-10 menit terjaga. Belum lagi, kupingnya mulai peka terhadap suara, jadi bunyi sedikit langsung bangun.
Sehat selalu ya D’Luna. Bunda, Ayah, dan keluarga sayang D’Luna. Love you,sayang!
02 Februari 2010
Ayah D'Luna
Rasanya enggak ada habisnya cerita tentang Bunda dan D’Luna. Selalu ada saja hal terbaru yang layak diabadikan melalui blog ini. Eit, tapi kok, rasanya ada yang terlewatkan yach. Apa??? Sosok AYAH! Ya, Bunda jarang sekali menulis secara khusus tentang ayah – selain happy B’Day Ayah. So, kali ini mau cerita kebersamaan Ayah dengan D’Luna. Simak yach…
Mungkin kalau dikasih nilai, Ayah sosok yang sangat perhatian akan hal-hal kecil mengenai D’Luna. Sampai-sampai, kebutuhan D’Luna seperti minyak telon, bedak, sampai sarung tangan dan kaki, Ayah yang beli. Perlakuan ini sudah tergambar sejak pertama kali D’Luna lahir. Ketika Bunda dalam fase pemulihan pasca melahirkan, Ayah yang bergadang untuk ganti popok dan kasih susu waktu di RS. Bahkan setelah pulang dari RS, Ayah masih ikut nimbrung.
Sampai artikel ini dipublish, Ayah masih menemani Bunda merawat D’Luna di malam hari. Biasanya, Ayah bantu-bantu selepas pulang kerja – sekitar jam 10 malam sampai jam 2 malam. Kalau hari sabtu dan minggu, Ayah bantu di siang hari – sambil main kompi dan nonton bola.
Nah, ini kebiasaan baru Ayah semenjak ada D’Luna, antara lain:
• Kalau dulu Ayah suka pulang malam kalau sekarang rajin bawa kerjaan ke rumah. Daripada lembur di kantor, mendingan kerjaan yang belum kelar atau harus diselaikan secepatnya dibawa pulang. Kerja sambil jaga D’Luna. Bunda pun terbantu.
• Kalau dulu Sabtu-Minggu, Ayah lebih sering ngajak jalan-jalan Bunda. Atau cari-cari program ke Mangga Dua – kalau Bunda lagi enggak mau jalan-jalan, sekarang Ayah lebih memilih main sama D’Luna.
• Tiap pagi, sebelum berangkat ke kantor, Ayah pasti gendong D’Luna yang lagi telanjang. Sekalian jemur pagi D’Luna.
01 Februari 2010
Imunisasi, Tindik, dan Aqiqah

Tak terasa sudah memasuki bulan Februari, jadi malu kalau lihat up date blog bulan Januari lalu yang cuma muat 1 artikel. Terpaksa deh, di bulan ini kejar tayang, semua cerita dirangkum jadi satu.
30 Desember 2009
Imunisasi pertama D’Luna, imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin). Dari hasil searching di Google, imunisasi BCG adalah salah satu vaksin untuk mencegah penyakit TBC (Tuberkolosis) atau biasa disebut penyakit paru-paru. Nah, karena penyakit TBC sifatnya menular melalui pernafasan dan sebagainya, maka imunisasi BCG menjadi hal yang wajib.
Bunda sempet ngeri sih lihat D’Luna disuntik. Kasihan. Takut nangis dan lain sebagainya. Makanya, pas waktu disuntik Ayah yang nemenin D’Luna. Bunda cuma berani lirik sedikit, D’Luna disuntik di bagian lengan kanan atas. Ternyata, tangisan D’Luna cuma sebentar – selebihnya bobo lagi hehehe…
Oya, berat badan D’Luna kali ini 3,1 kilogram. Artinya ini turun 1 ons dari lahir. Kata Bidan Ida, penurunan ini wajar karena D’Luna sedang dalam proses membersihkan saluran pencernaan.
17 Januari 2010
Karena pada tanggal 30 Desember 2009 gagal tindik kuping gara-gara enggak bawa anting, maka pada kesempatan ini D’Luna tindik sekaligus sunat. Nah, lagi-lagi Bunda enggak tega lihat D’Luna ditindik, alhasil Ayah yang nahan kepala D’Luna pas tindik. Nah, kalau pas sunat ternyata Bunda baru tahu kalau yang namanya sunat cuma dibersihin aja bagian vagina. Jadi enggak ada istilah disunat dalam arti sebenarnya.
Trus, ternyata di luar dugaan Bunda, Ayah menginginkan D’Luna diimunisasi sekalian. Katanya, biar nanti enggak bolak-balik. Akhirnya, D’Luna diimunisasi Hepatitis B dan Polio. Sedangkan untuk berat badan, D’Luna mengalami kenaikan menjadi 3,4 kilogram.
24 Januari 2010
Alhamdulillah, D’Luna aqiqah.
04 Januari 2010
Luna Ayudya Salim
Rabu, 16 Desember 2009
18.00
Selesai shalat Maghrib, perut Bunda terasa melilit. Semua serba salah – duduk, berdiri, dan jalan-jalan kecil terasa sakit. Setiap 10 menit sekali rasa itu datang. Bunda pun cepat-cepat telepon Ayah untuk pulang cepat. Takut pecah ketuban. Tapi apa daya, Ayah sedang di rumah sakit – besuk temannya. Terpaksa bersabar sambil menahan mules-mules.
Bunda sendiri juga bingung, apakah ini tanda-tanda mau lahiran? Belum lagi Mama yang tanya-tanya, gimana rasanya? Sakitnya kayak gimana? Duh, Bunda sendiri juga enggak tahu, wong belum pernah melahirkan! Trus, kalau kata kakak perempuan, salah satu ciri mau lahiran adalah tulang pinggang belakang terasa sakit. Tapi, kok Bunda enggak merasakan itu yach? Cuma bagian perut bawah yang melilit. Entahlah, Bunda cuma bisa meringis.
21.30
Akhirnya, Ayah pulang. Dengan mimik panik, Ayah langsung tanya-tanya. Pertanyaannya pun sama persis dengan Mama. Belum sempat buka sepatu, Ayah langsung cek underware Bunda, ada vlek atau enggak. Ternyata, ada noda kecokelatan tapi Ayah masih ragu itu vlek atau bukan. Tanya sana-sini dan telepon Mama Bekasi, akhirnya Ayah memutuskan untuk tanya ke Bidan Ida terlebih dahulu sebelum membawa Bunda.
21.50
Ayah kembali dari Bidan Ida dan mengajak Bunda untuk ikut serta. Bunda pun cek ke Bidan Ida, dan sudah masuk ke pembukaan pertama. Dengan pertimbangan mencari aman, Bunda pun memutuskan untuk menginap saja di klinik. Takut pecah ketuban.
Sepanjang malam, Bunda enggak bisa tidur. Padahal, kata Bidan Ida, Bunda harus tidur agar saat persalinan kuat dan siap. But, rasanya bisa tidur 5 menit saja sudah Alhamdulillah tapi itu pun tak bisa. Ayah juga demikian. Tiap kali mau pejamkan mata pasti Bunda bangunin. Bukan apa-apa, Bunda cuma butuh wadah untuk menyalurkan rasa sakit yakni dengan meremas dengan kuat telapak or pergelangan tangan Ayah. Maaf yach Yah!
Kamis, 17 Desember 2009
09.00
Pagi-pagi cek pembukaan, ternyata masih bukaan 2! OMG. Bathin Bunda, lama banget, padahal udah semalaman nahan sakit. Bunda sih waktu itu berharap udah bukaan 5 or 6. Ternyata, harus bersabar. Berita bagusnya, Bunda dapat wadah pelampiasan baru yakni Mama dan Mama Bekasi hehheee….
13.00
Cek lagi, masuk ke pembukaan 5. Alhamdulillah pembukaan berjalan cepat. Bunda dianjurkan untuk tiduran menghadap kiri, biar posisi kepala bayi ada di bawah dan mempercepat proses pembukaan. Tapi, lagi-lagi posisi miring ke kiri jauh lebih sakit dibandingkan terlentang. Wuih…
15.00
Masuk ke pembukaan 9 tetapi belum sempurna, ada bagian yang belum elastic – kata Bidan Ida. Dan, ketuban pun dipecahkan. Tunggu 30 menit lagi katanya. Fuih… Bunda pun senang rasanya, tak lama lagi akan ada suara tangis bayi.
15.30
Proses pembukaan belum juga sempurna. Tetap Bunda disarankan untuk tiduran menghadap ke kiri lagi. Bidan Ida pun mengambil tindakan untuk menyuntikkan cairan perangsang. Katanya, tunggu sebentar lagi. Bunda cuma bisa istighfar keras. Allahu Akbar!!!
16.20
Yup, proses sudah sempurna. Bunda diarahkan untuk ngejan. Hahaha… berhubung enggak pernah senam hamil, jadi ngejannya asal-asalan, jadi deh diajarin Bidan Ida. Tarik nafas yang panjang, arahkan mata ke bagian perut, angkat kepala, pegang paha dengan kedua tangan, jangan mengangkat bagian pantat etc. Ternyata, susah juga pas prakteknya.
Satu jam. Dua jam. Begitu seterusnya. Bunda mulai panik dan kelelahan. Padahal, kepala bayi sudah terlihat jelas, hanya butuh dorongan hebat untuk mengeluarkannya. Menurut Bidan Ida, berat bayi yang Bunda kandung cukup besar – padahal Bunda sudah diperingatkan untuk menjaga pola makan biar berat badan tidak naik, tetapi Bidan Ida tetap optimis kalu Bunda bisa melahirkan secara normal.
19.00
Semua panik. Bunda kehabisan tenaga. Tindakan infus pun diambil. Ya Allah, berikan kekuatan pada hamba – begitu bathin Bunda bicara. But, keadaan makin kacau ketika darah segar mengalir dari vagina Bunda. Itu bukan darah lahiran tapi darah yang keluar dari varises yang pecah. OMG! Ternyata dalam vagina Bunda ada penumpukan varises, dan itu pecah saat proses ngejan tadi. Bidan Ida pun tak mengetahui sebelumnya, menurutnya kalau proses persalinan normal terus dijalankan maka akan terjadi pendarahan hebat. Bidan Ida pun menyarankan untuk dilakukan operasi Caesar. Untuk mengantisipasi, Bidan Ida menjahit varises yang robek agar darah tak mengalir deras. Ya Allah, Bunda tidak sanggup!
20.00
Meski kondisi Bunda setengah sadar, namun Bunda bisa merasakan kesedihan dan kegalauan Ayah dan keluarga. Kenapa varises ini baru diketahui??? Bidan Ida pun konsultasi kepada Dokter Is, dan memintanya untuk datang. Setelah proses ini itu, Dokter Is dan Bidan Ida pun beraksi. Dengan sigap tangan ahli tersebut berupaya, hingga tangisan bayi pun terdengar. Subhanallah. Maha Besar Allah!
Ya, Bidan Ida dan Dokter Is menyadari, tindakan “memaksakan normal” adalah suatu kesalahan dan beresiko. Bahkan ini tidak dianjurkan di dokter manapun. Adanya varises menjadi kendala utama persalinan normal. Tetapi, berhubung kondisi Bunda yang sudah lemah dan tidak mungkin dilakukan operasi caesar (karena harus oper ke rumah sakit yang butuh waktu dan ditakutkan Bunda tidak kuat) maka jalan nekad adalah salah satunya.
Alhamdulillah, Allah masih memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada Bunda dan keluarga. Terima kasih. Nah, untuk menghambat pertumbuhan varises, Bunda dianjurkan (bahkan wajib) untuk memilih KB Spiral karena pilihan KB lainnya bisa memicu hormon. Satu lagi, jika Bunda ingin mempunyai keturunan kedua maka tak ada jalan lain kecuali caesar.
Terima kasih untuk semua keluarga besar yang memberikan semangat untuk Bunda. Tak lupa, Ayah yang setia mendampingi Bunda sampai proses ini terlewati. Love you, honey! Love you all!
21.20
D’Baby lahir dengan normal (Berat 3,2 kg dan Panjang 53 cm). Oya, D’Baby sudah diberi nama Luna Ayudya Salim. Kiss sayang dari Bunda… Muach!
31 Desember 2009
Desember Ceria
Halo… udah lama nih ga up date. Apa kabar semuanya???!!!
Hmmm… mau berbagi keceriaan nih, khususnya di bulan Desember. Ya, bagi Bunda, bulan ke dua belas ini penuh arti dan akan selalu berkesan. Jika pada Desember 2007 adalah moment pernikahan Bunda dengan Ayah – tepatnya Senin, 31 Desember 2007. Kini, bulan Desember 2009 menambah kelengkapan kehidupan Bunda dan Ayah dengan hadirnya putri pertama pada Kamis, 17 Desember 2009.
Hadirnya Luna Ayudya Salim – begitu nama lengkap putri Bunda menjadi kado istimewa. Nah, karena Bunda sedang dalam penyesuaian waktu antara online dan mengurus si kecil, cerita kelahiran De Luna terpaksa Bunda pending dulu… Sssttt, ada yang minta ASI nih!!! 