Percik Keluarga, Bekasi – Berdasarkan keseharian Luna yang mulai rembetan, Bunda insiatif untuk melatih Luna belajar berjalan. Sifatnya tidak memaksa dan hanya sesekali saja. Bunda belum ada target dini mengenai Luna berjalan karena usai Luna pun masih 9 bulan. Lagipula, proses berjalan setiap anak tidak sama – berbeda satu sama lain.
Namun, memang tak menutup kemungkinan – sebagai orang tua, Bunda ingin proses tumbuh kembang Luna lancar. Nah, Bunda pun mencoba pas jalan-jalan ke Taman Kebalen kemarin. Bunda men-tatah Luna tetapi Bunda pegang ketiak – bukan tangan.
Terlihat, Luna masih bingung dengan langkahnya. Apalagi, ini pertama kalinya berjalan mengenakan sepatu Minnie Mouse. Lucu, Luna malah sibuk mengamati sepatunya dan ingin mengambilnya. Hihihi… karena biasanya, kalau di rumah kan berjalan tanpa alas kaki. Lama-lama, ehmmm… malah ingin duduk. Meskipun begitu, Bunda yakin, Luna pasti bisa. Terus berlatih ya sayang...
Karena penasaran all about walking, Bunda “jalan-jalan” ke Google. Ada beberapa artikel menarik, antara lain:
• Baby Walker
Sebenarnya, penggunaan baby walker masih pro kontra. Ada yang mengatakan, baby walker mendorong anak untuk belajar berjalan. Namun ada pula yang berpendapat, baby walker justru bikin anak malas berjalan. Belum lagi, baby walker jika digunakan tanpa pengawasan orang tua bisa terjadi hal-hal yang tidak berkenan, misal si anak menarik taplak meja. Belum lagi, sekeliling baby walker yang aman menjadikan anak tidak bisa memahami “jatuh maka sakit” dan sebagainya.
Nah, kalau Bunda dan Ayah, dari awal tidak ingin menggunakan baby walker. Ayah berpendapat, jika menggunakan baby walker Luna tidak bisa eksplorasi sekeliling. Memang, sedikit repot mengawasi Luna yang super aktif. Tetapi, tekad Ayah untuk mengajarkan “sebab-akibat”, Bunda pikir masuk akal.
Sedangkan dari sisi Bunda, baby walker memakan space :D, maklum rumah minimalis. Lagipula, sayang jika baby walker sudah tidak digunakan lagi, mau dihibahkan ke siapa?
• Tatah
Ini bisa dilakukan secara berkala. Jika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ingin berjalan, bisa dilakukan tatah. Bisa dilakukan sesekali, dan lambat-laun lamanya tatah bisa diperpanjang.
Bunda menerapkan ini. Sekarang baru sesekali saja dan belum rutin. Masih suka-suka Bunda-nya. Nah, cari sana-sini, ternyata ada cara yang baik men-tatah yakni membiarkan anak menapakkan kakinya di rumput yang berembun. Ini merangsang putik-putik syaraf telapak kaki. Next, Bunda mau coba cara ini… jadi bye bye sepatu Minnie Mouse.
27 September 2010
Melatih Luna Belajar Berjalan
24 Mei 2010
Serba-serbi Luna 5 Bulan
Kini, usia Luna sudah lima bulan loh! Walaupun Bunda baru sempet update sekarang, tapi Bunda belum lupa kok kebiasaan Luna di usia tersebut. Masih segar dalam ingatan, kalau Luna sudah…
1. Bisa merangkak. Waktu tahu hal ini, Bunda dan keluarga sangat amazing banget. Pandangan Bunda enggak lepas-lepas dari Luna, pengen lihat terus rasanya – menggemaskan. Lucunya, Luna ngerangkak MUNDUR.
Tapi, dua minggu belakangan ini, Luna sudah bisa merangkak MAJU. Uniknya lagi, Luna mau ngerangkak maju kalau ada sesuatu di hadapannya, misal box tisu, botol, mainan, dan yang jadi favoritnya adalah rumbai-rumbai pinggiran karpet kuning yang dijadikan alas. Udah gitu, Luna tuh pinter banget, kalau benda yang di hadapannya sedikit jauh, Luna suka jual mahal. Kalau letaknya sejengkal, MAJU TERUSSSS!!!!
2. Rajin nyembur ludah. Hahahhaaa… yang ini sudah memakan banyak korban.
3. Suka masukin tangan ke dalam mulut. Karena setiap saat hobi yang satu ini tidak bisa dihilangkan, Bunda pun membelikan Bepi (Bebek Pink) sebagai penggantinya. Awalnya sih,Luna ogah, mungkin karena belum bisa menggenggam dengan sempurna dan berat kali yach… jadi suka didiemin begitu aja. Tapi, lambat laun Luna suka.
Favorit Luna sekarang adalah air putih. Enggak tahu kenapa, setiap dikasih botol isi air putih nafsu minum Luna meningkat. Karena penasaran, Bunda pun melakukan tes kecil-kecilan, Bunda berikan Luna susu Lactogen 1 – langsung dimainin di mulut. Bunda ganti deh dengan botol isi air putih, langsung lep..lep…lep, nikmat banget. Kesimpulan singkat, Luna lebih suka air putih dibanding susu. Sudah bosen kali yach???
Nah, karena akhir-akhir ini Luna aktif banget, Bunda kadang suka mikir, apakah asupan gizi dari susu sudah terpenuhi? Bunda bisa berpikiran demikian karena malam hari Luna sering terbangun untuk minta susu. Tidurnya jadi enggak tenang. Akhirnya Bunda bertanya pada ahli nutrisi dari Sahabat Nestle, jawabannya boleh dikasih makanan pendamping – hanya untuk perkenalan. Bunda berikan Serelac sebagai permulaan.
Adapun hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan makanan pendamping antara lain:
1. Pastikan kondisi anak memang sudah memerlukan MPASI. Ini bisa dilihat dengan ciri-ciri, anak aktif bergerak, sudah mampu mengecap, dan memberikan respon ketika kita mengarahkan sendok ke mulutnya. Itu sebagian tanda anak sudah boleh diperkenalkan makanan pendamping.
2. Sebagai perkenalan,berikan ½ bungkus bubur instant dalam 1 hari. Tentukan waktu yang tepat, baiknya pagi hari untuk memberikan energi kepada si anak agar ia aktif bergerak.
3. Bubur disajikan dalam bentuk cair – jadi sama seperti memberikan susu. Ini untuk menjaga saluran pencernaannya. Atau, bisa juga susu dicampur dengan susu dan masukkan dalam botol.
4. Nah, untuk mengetahui cocok atau tidaknya, untuk awal berikan bubur dalam satu rasa saja. Ini memberikan kemudahan kita dalam mendeteksi makanan yang masuk. Karena, menurut pakar, ada baiknya anak diberikan rasa secara bertahap dan satu jenis. Sehingga, jika anak kemungkinan ada alergi bisa diketahui dari jenis makanannya.
Nah, begitulah serba-serbi Luna diusia 5 bulan. Masih ada perjalanan liburan sesi 2. Tunggu yach….
25 Maret 2010
D'Luna 3 Bulan
Ketemu lagi…. D’Luna beranjak 3 bulan, emang sih sedikit telat sih. Tapi, enggak apa-apa buat story. Yup, kini berat badan nambah lagi menjadi 5kg dan panjang badan 59cm. Seperti biasa, Bunda mau upload perkembangan D’Luna sekarang ini:
• Udah mahir tengkurep. Karena masih enggak tega, Bunda belum bolehin D’Luna tengkurep lama-lama. Kalau tidur, sampe-sampe Bunda akalin bantal guling di kanan dan kiri kasur D’Luna. Efeknya, D’Luna suka ga bisa diem karena hobi barunya dihalangi, he3x.
• Mulai enggak sabaran kalo susunya telat, pokoknya siap sedia susu terus deh. Oya, untuk banyaknya jumlah susu D’Luna sudah sampe ke tingkat 100ml.
• Bisa membedakan aktifitas di pagi-siang-malam. Jadi, Bunda enggak perlu bergadang lagi. Pola tidurnya sudah teratur.
• Ocehannya mulai jelas dan lama, jadi kalau diajak bercanda sampe ketawa cekikikan.
• Yang lebih menggemaskan, setiap bangun tidur – khususnya pagi, D’Luna pasti senyum. So sweet…
Sehat selalu yach sayang…
16 Februari 2010
Luna 2 Bulan
Alhamdulillah, D’Luna sudah menginjak usia 2 bulan. Saat ini, berat badannya sudah mencapai angka 4,2 kg dan tinggi 56 cm.
Perkembangan D’Luna sejauh ini, antara lain:
• Sudah bisa mengangkat kepala, walaupun sedikit dan sebentar. Biasanya, ini dilakukan D’Luna kalau lagi tengkurap saat dijemur atau disandarkan di bahu.
• Jari-jari tangannya mulai bisa meregang jadi sudah tidak mengepal lagi. Gerakan kaki dan tangannya juga mulai aktif. Malahan, terkadang telapak kakinya suka dijadikan tumpuan untuk “loncat” hingga kepalanya bisa melewati bantal.
• Lagi semangat-semangatnya belajar tengkurap. Bunda suka kasihan melihat kegigihannya, pengen deh rasanya bantuin. Habis, kalau kelamaan, D’Luna suka kesal; mukanya merah; terus nangis deh.
• Matanya mulai aktif bergerak mengikuti gerakan atau suara orang di sekitarnya. Trus, mulai focus terhadap sesuatu yang dilihatnya.
• Mulai mengeluarkan suara seperti “e”, “m”, “a”, dan “o”.
• Lebih sering tersenyum dan tertawa.
Seiring pertumbuhannya, D’Luna terkadang sulit tidur. Sampai muncul istilah “bau tangan” karena seringnya di-nina bobo-in di pangkuan orang rumah. Baru dipindahkan ke tempat tidur, 5-10 menit terjaga. Belum lagi, kupingnya mulai peka terhadap suara, jadi bunyi sedikit langsung bangun.
Sehat selalu ya D’Luna. Bunda, Ayah, dan keluarga sayang D’Luna. Love you,sayang!