29 Juni 2009

Syukuran 4 Bulanan

Fuih... akhirnya.... setelah tertunda karena Bunda sempet kena batpil, up date syukuran 4 bulanan bisa nonggol juga. Sebenernya, Bunda sedikit kesulitan mengumpulkan data akan dalil syukuran 4 bulanan. Habis, kebanyakan tradisi yang berkembang adalah syukuran menyambut 7 bulanan.

Ceritanya sih, waktu itu keluarga Bunda udah setuju dengan keputusan bahwa syukuran dilaksanakan pas 7 bulan aja. Tetapi, entah mengapa ditengah-tengah kesepakatan itu berubah halauan. Pertama, sepupu Bunda (Mas To’at) bilang kalau syukuran itu lebih baik pas 4 bulan, katanya dalil pembentukan roh janin di dalam Al-Quran diturunkan pas usia kehamilan 4 bulan. Entahlah. Trus, berkembang ke Ayah yang juga setuju kalau diadakan 4 bulan aja alias sepakat dengan sepupu Bunda. Disusul Pak Wo Bunda yang ikut nimbrung. Bunda sih manggut aja, abis bingung mau beropini apa, wong data ga ada.



Yo wes-lah, akhirnya deal syukuran dilaksanakan pas 4 bulan. Masalahnya sekarang, rencana tersebut bentrok dengan renovasi rumah. Oh.. My God!. Kalau Bunda sih usul, lebih baik renovasi ditunda dulu sampai selesai acara syukuran 4 bulanan. Maksudnya, biar kondisi rumah ga berantakan and pengerjaan ga terburu-buru. Tapi, Mama tetep kekeh mau renovasi dulu dengan alasan, pas syukuran (diharapkan) sudah selesai dan rapi. Hehehe... tapi sampai detik ini, renovasi belum selesai juga... Ya iya-lah semua sudut dibongkar semua... Cape deh!

Balik lagi ke acara syukuran, walau sedikit tertatih coz Bunda dalam kondisi batpil, acara sederhana tersebut berjalan lancar juga. Semoga do’a yang terpanjatkan mendapat limpahan Rahmat dari Allah. Amin.

Yang bikin seneng, 3 keponakan Bunda dateng yakni Aileen Alvina; Zhazha; dan Galih. Lucunya lagi, 3 ponakan nan lincah ini udah ngerti kalau di perut Bunda ada D’Baby heheee... jadi kalau mereka lagi pegang makanan, pasti deh Bunda dibagi juga. Katanya buat D’Baby... Wah, senangnya berlipat coz D’Baby udah disayang ketiga kakak-kakaknya...

Up Date 19 Minggu: “Berat badan turun lagi! Mungkin, karena sakit batpil kemarin. Masih mual-mual. Dan, addict sama Jambu Air! Ayah sampe kelimpungan nyarinya hehehee... lha, lagi ga musim jambu soalnya.

Read More......

04 Juni 2009

Week 16: Suntik Tetanus & B’Day Bunda

Seperti biasanya, Bunda melakukan cek kehamilan. Perkembangan kali ini bisa dikatakan bagus karena berat badan Bunda naik ½ kg menjadi 40,5 kg dan tensi darah kembali normal yakni 110/70 – Alhamdulillah. Namun, kali ini ada yang beda, Bunda harus disuntik tetanus untuk menjaga kekebalan Bunda saat kehamilan. Sebenarnya sih, suntik tetanus itu, kata dokternya, baiknya dilakukan sebelum ada janin dalam kandungan. Istilahnya, “rumahnya” dipersiapkan terlebih dahulu sebelum “penghuninya” ada. Ya, tapi berhubung Bunda enggak ngerti jadi deh disuntik pas 4 bulan hamil. Enggak apa-apa ya D’ Baby...

B’Day Bunda
Kini, Bunda genap berusia 25 tahun. Tepat di hari ini – Kamis, 4 Juni 2009. Sudah banyak cerita yang Bunda lalui baik suka maupun duka. Semua itu, menjadikan Bunda seperti sekarang ini. Ya, seperti ini adanya.



Kembali merunut ke usia sebelumnya, rasanya, tak ada perubahan yang signifikan dari Bunda. Masih bekerja di perusahaan media cetak bulanan, pergi-pulang kerja ke Bekasi, weekend ke rumah Depok sambil ketemu keponakan yang ngegemesin Aileen Alvina, sesekali hang out bareng teman-teman. Ya, kecuali, status istri dan calon Bunda kelak.

Ini B’ Day kedua Bunda bareng Ayah. Tahun kemarin, tak ada perayaan istimewa. Kecup sayang dan dinner kecil-kecilan saja. Selebihnya, harapan dan doa Ayah menyertai Bunda – tentunya, yang terbaik buat Bunda dong!.

Bisa dibilang, B’Day itu adalah yang paling standar sepanjang menjalani hari bersama Ayah. Asal tahu saja, waktu masih masa penjajakkan, Bunda sempat ngambek gara-gara Ayah enggak ngucapin “Selamat Ulang Tahun”. Padahal, teman hingga keluarganya memberikan selamat untuk Bunda. Bunda sedih dicuekin sama Ayah waktu itu. Pulang kantor, Bunda cemberut tanpa ekspresi alias flat. Bunda pulang ke Depok naik Patas 84 sendiri. Ayah enggak bisa nganterin Bunda pulang karena lagi deadline majalah. Bunda hanya bisa meratap sedih, seseorang yang teramat spesial di hati Bunda tidak memberikan perlakuan istimewa.

Tetapi, tiba di terminal, Bunda tak sengaja menoleh ke belakang. Dan, alangkah terkejutnya kala mendapati sosok Ayah. “Lho?” ekspresi Bunda terkejut. Ayah bela-belain ngejar Bunda yang lagi ngambek. Hehehee.... Bunda jadi enggak enak sendiri, malu sudah bertingkah manja. Bunda mempermasalahkan hal yang sepele, padahal Ayah lagi dituntut pekerjaan.

Akhirnya, malam itu Bunda dan Ayah melewati perayaan ulang tahun dengan makan sepiring nasi goreng. Ayah nganterin Bunda sampai rumah, dan kembali ke Pulogadung untuk meneruskan tugas kantor yang terjadwal deadline.

4 Juni 2009
Berbeda dari moment sebelumnya, kali ini Bunda tidak terlalu antusias menjelang hari H. Bagi Bunda sekarang, pertambahan usia ini adalah sebagai awal sikap kedewasaan. Bunda enggak boleh sering-sering ngambek – apalagi hanya karena urusan sepele. Apalagi kini sudah ada D’ Baby, jadi Bunda harus latihan kesabaran nih...

Meskipun Ayah hanya memberikan kecupan teng 12 malam, bukan masalah bagi Bunda. Toh, dalam perut Bunda juga sudah ada kado istimewa dari Allah dan Ayah tentunya. Ya enggak?

Read More......